Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

DPRD Ingatkan Bahlil Lahadalia Tidak Menyangkali Maluku

0 195

Ambon, TN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) 2019-2024. Namun sayangnya, Bahlil Lahadalia mengaku, dia adalah menteri yang berasal dari Papua Barat.

Menyikapi hal tersebut, DPRD Provinsi Maluku ingatkan Bahlil Lahadalia, untuk tidak menyangkali Maluku sebagai tempat kelahirannya. Karena jika hal itu terjadi, maka Maluku juga akan menyangkali yang bersangkutan sebagai sosok yang pernah terlahir di Maluku.

“Ini soal kabinet baru Pak Presiden Jokowi. Ada yang WhatsApp (WA) saya menanyakan, kenapa orang Maluku tidak masuk dalam Kabinet Indonesia Kerja. Saya katakan ada, Bahlil Lahadalia yang lahir di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, sekolah di sana (Banda) setelah itu, dia melanjutkan studinya ke Papua. Dan dalam persepsi kita selama ini, Pak Bahlil Lahadalia itu adalah orang Maluku. Namun kami kecewa, karena yang bersangkutan menjelaskan, bahwa dia berasal dari Papua. Saya hanya ingatkan saja, dia jangan menyangkali Maluku. Karena kalau dia menyangkali Maluku, maka Maluku pun akan menyangkali dia. Sebab, dia lahir dan dibesarkan di Maluku,” tegas Ketua Sementara DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury kepada wartawan, di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Jumat (25/10).

Bahlil Lahadalia adalah satu dari sekian nama baru yang muncul di Kabinet Indonesia Maju. Meski tidak menjadi menteri, namun dirinya menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga setingkat menteri.

Wattimury menilai, jika mempelajari latar belakang masing-masing menteri yang ada saat ini cukup baik. Pasalnya, Presiden Jokowi memiliki pertimbangan-pertimbangan yang matang untuk memilih sesorang untuk menjadi menteri.

Anda mungkin juga berminat