Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

DPRD Dukung Kebijakan Kontroversi Gubernur Maluku, Komisi C Tak Paham RTRW

0 874

Ambon, TN – Kebijakan kontroversi Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk mengganti rerumputan di Lapangan Merdeka Ambon dengan paving blok mendapat dukungan dari Komisi C DPRD Provinsi Maluku. Tidak tahu apa pertimbangannya, sehingga kebijakan itu tetap didukung, kendati gelombang protes dari masyarakat terus bergulir.

Ketua Komisi C DPRD Maluku Anos Yeremias mengaku, pihaknya sangat mendukung kebijakan Gubernur Maluku untuk mengganti rumput Lapangan Merdeka Ambon dengan paving blok. Baginya, berbagai kritikan terhadap kebijakan Gubernur Maluku Murad Ismail itu hal yang biasa.
Menurut dia, apa yang dilakukan Gubernur sudah pasti ada perencanaan yang matang kedepan. Meskipun mendapat berbagai kritikan dari masyarakat yang tidak menyetujui. Dikatakan, masyarakat harus menunggu hingga proyek itu selesai, agar bisa dirasakan manfaatnya. Namun sayangnya, Anos tidak bisa menunjukan atau mencontohkan manfaat seperti yang disebutkan.

“Kalau ada kritikan itu biasalah. Orang membuat sesuatu perubahan pasti dicemooh, dan dikritik banyak orang. Saya kira sebagai kepala pemerintahan, Pak Gubernur juga punya rencana kedepan seperti apa, dan untuk membuat lapangan merdeka seperti itu. Jangan buru-buru kita kritik dulu,” kata Anos kepada wartawan, di gedung DPRD Provinsi Maluku, di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (19/7).

Menurut Anos, muncul berbagai krtitikan karena dianggap terjadi kehilangan tempat olahraga. Sebagai pimpinan Komisi C dirinya sangat mendukung apa yang dilakukan Murad. Namun dia mengingatkan, setelah lapangan merdeka diberikan paving blok, maka pemerintah harus fokus pada Stadion Mandala Remaja di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon untuk diperbaiki, sebagai tempat latihan para binaragawan maupun atlet yang lebih layak, dan tidak dibiarkan terlantar.

“Kalau pernyataanya saya seperti ini, pasti ada juga yang ngomel saya. Tapi jelas sebagai ketua Komisi C kita mendukung. Karena sesuatu yang baru seperti ini pasti ditolak sebagian warga. Nanti setelah jadi baru semua menikmati. Bagi saya, yang terpenting setelah ini adalah, Stadion Mandala Remaja Karpan harus diperhatikan untuk tempat olahraga yang lebih layak lagi,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai, anggaran renovasi lapangan Merdeka Ambon dari rumput ke paving blok yang bersumber dari APBD sudah dibahas dengan DPRD, Yeremias mengaku tidak tahu, namun soal anggaranya memang pernah dibahas di DPRD.

“Memang pernah dibahas anggaranya, tapi saya lupa berapa jumlahnya. Kemudian paving blok juga saya tidak tahu. Lebih baik tanyakan saja ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku, sebagai pengguna anggaran, pasti mereka lebih tahu,” tandas dia.

Untuk diketahui, pengalihfungsian sarana olahraga menjadi fasilitas publik, sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistim Keolahragaan Nasional Pasal 67 ayat (7) menyatakan, bahwa pengalihfungsian salah satu fasilitas olahraga ke fasilitas lain harus mendapatkan Ijin dari Menteri Olahraga. Sesuai UU yang berlaku, jika tidak kantongi ijin, maka bisa berujung pidana.

“Apakah Komisi C DPRD Provinsi Maluku tahun tidak tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Ambon tahun 2011-2031, pada kawasan Lapangan Merdeka
ditetapkan sebagai kawasan wisata sejarah dan ruang terbuka publik, untuk olahraga, karena disana ada lapangan sepakbola, basket, volly dan lain-lain,” tandas sejumlah olahragawan kepada Teropongnews.com.

Mega proyek renovasi Lapangan Merdeka, di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, memakan anggaran sebesar Rp2.5 miliar lebih, dan dikerjakan oleh CV Pelangi Jaya. “Kira-kira apakah sudah ada lelang proyek ataukah belum? Soalnya sudah dikerjakan, namun papan proyeknya tidak terpasang dilokasi proyek,” tandas mereka.

Anda mungkin juga berminat