Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Diwarnai Drama Listrik, Bupati Sampaikan Terimakasih Atas Kamtibmas Yang Terjaga

0 103

Aimas, TN – Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru SH.MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada lima pilar yang telah berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sorong, selama terjadi insiden mahasiswa Papua di Surabaya.

Bertempat di ruang pertemuan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabsor, Kamis (5/9/2019), Bupati mengundang elemen masyarakat, para tokoh agama, adat, perempuan, pemuda dan mahasiswa, untuk menyampaikan apresiasi itu sekaligus membuka ruang dialog untuk penataan Kabsor kedepannya.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 4 jam dan dipandu Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Suroso S.IP MA, sempat diwarnai drama padamnya listrik dari PLN. Mesin pembangkit listrik portable (genset) milik Bappeda yang sempat difungsikan, tapi kurang maksimal dalam mendukung kegiatan ini.

Al hasil, pertemuan yang juga dihadiri Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.IK dan Komandan Kodim 1802/Sorong Letkol Inf Budiman SE.MI.Pol.MM, sempat berlangsung dalam suasana remang-remang. Staf Humas Pemkab yang mendokumentasikan kegiatan itu, harus menggunakan lampu dari ponsel untuk pencahayaan kamera video.

“Kita patut bersyukur, situasi ini damai, nyaman, dan kita semua sepakat keadaan ini tidak terjadi begitu saja. Kita harus percaya ini terjadi karena Tuhan sayang sama kita. Karena kita semua ini memiliki hati yang baik, pemimpin punya hati yang baik, bupati, kapolres, dandim, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat,” kata Bupati JK.

Pertemuan ini terlaksana setelah Bupati melakukan koordinasi dengan Kapolres dan Dandim, terkait perkembangan terakhir kondisi kamtibmas pasca kericuhan di sejumlah kota di Papua dan papua Barat. “Saya bilang sama Pak Kapolres, saya harus menggelar pertemuan ini, kita harus mengucapkan terima kasih, kita harus memberikan apresiasi untuk seluruh masyarakat yang ada. Jadi, melalui pertemuan ini, saya menyampaikan terima kasih untuk seluruh masyarakat yang ada, tokoh agama, adat,  atas rasa bangga rasa, kita semua bisa menjaga suasana damai ini,” urai Bupati.

Pernyataan senada juga disampaikan Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.Ik, bahwa  kondisi kamtibmas wilayah Hukum Polres Sorong yang tetap aman terkendali, berkat kerjasama seluruh elemen masyarakat.

“Saya juga berterima kasih kepada bapak ibu, situasi kamtibmas saat ini terkendali karena kerja keras semua pihak. Stake holder terkait. Saya hangat hormat, sangat bangga dengan bapak ibu sekalian. Melalui pertemuan hari ini, ke depannya saya berharap, setiap ada persoalan yang muncul di masyarakat,  mohon kiranya kita menjadi penengah, jangan menjadi pemanas sehingga terjadinya provokasi. Kalau kita bisa menjadi pendingin, pasti sertiap persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa ada kekerasan. Setiap persoalan pasti ada solusinya. Jangan setiap persoalan diselesaikan dengan kekerasan. Kami siap menampung apapun bentuk persoalanya, dan kami siap hadir di masyarakat,” kata Kapolres Sorong.

Kejadian di Surabaya dan Malang yang menyulut kericuhan di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat, menurutnya sudah berlalu, dan sudah ada proses hukum yang dijalankan oleh pemerintah. “Masalah ini sudah kita anggap diselesaikan, karena oleh pemerintah pusat kasusnya sudah diproses. Saat ini kita berkomitmen menjaga Kabupaten Sorong tetap kondusif,” tandasnya.

Kericuhan dengan pengrusakan sejumlah fasilitas umum yang terjadi di Manokwari, Jayapura hingga merembet ke Kota Sorong, tidak sampai terjadi di Kabupaten Sorong. Hal ini kata Kapolres, hasil dari kerja keras seluruh elemen masyarakat.

“Kita rasakan sampai saat ini, begitu nyamannya Kabupaten Sorong. Tidak ada kantor atau fasilitas umum yang dirusak. Ini saya anggap semua elemen masyarakat di Kabupaten Sorong taat hukum. Sekali lagi saya mengapresiasi, polisi tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan semua,” tandasnya. *

Anda mungkin juga berminat