Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ditinggal Sekolah, Rumah Kepala SD 21 Klayili Dibobol Mantan

0 184

Aimas, TN – Alasan ini bertemu dengan mantan istrinya, Andreas Lobat ternyata menyimpan niat jahat. Saat melihat rumah Margareta, Kepala SD 21 Kampung Klayili dalam keadaan kosong, laki-laki yang telah diangkat sebagai warga adat ini mencuri sejumlah barang elektronik.

Perbuatan tak terpuji ini dilakukan Andreas yang tinggal di rumah kos di Kilo 12 Kota Sorong, pada Jumat (24/1/2020) siang. Tapi anggota Opsnal Satreskrim Polres Sorong dengan sigap telah membekuknya saat dia akan menjual barang hasil curiannya itu, Sabtu (25/1/2020) pagi.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Sorong, Ipda Danny Arrizal Saputra S.Tr.K menjelaskan, peristiwa itu dilaporkan Margareta pada Jumat sore setelah kejadian. Korban adalah mantan istri Andreas, yang sudah lama bercerai.

Sebagai Kepala Sekolah, Margareta yang telah dikaruniai satu anak ini, tinggal di komplek perumahan guru di Klayili. Saat kejadian, dirinya sedang berada di sekolah, dan hanya anak perempuannya yang tinggal di rumah.

“Saat tersangka datang, sempat bertemu dengan anaknya korban di luar rumah. Dia tanya, di rumah ada siapa? Dijawab tidak ada orang,” jelas Danny.

Keterangan itu yang kemudian dimanfaatkan Andreas yang sudah keluar masuk penjara ini untuk melancarkan aksinya. Berbekal linggis, dia mencongkel jendela rumah mantannya itu, dan membawa lari 4 unit laptop, kamera, speaker active serta HP.

Barang hasil curiannya itu kemudian disimpan di rumah kosnya di KM 12. Opsnal Satreskrim Polres Sorong yang sebelumnya telah menerima laporan adanya pencurian, mendapat informasi dari Opsnal Satreskrim Polres Sorong Kota.

“Kita mendapatkan info, ada barang-barang elektronik yang dicurigai hasil curian. Setelah kita tunggu beberapa saat, pelaku ini datang untuk mengambil. Mungkin dia mau menjualnya ke penadah,” urai Danny.

Benar saja. Setelah ditangkap dan dilakukan pemeriksaan awal, ternyata barang-barang tersebut didapat hasil mencuri di Klayili. Klop dengan laporan korban sebelumnya.

“Tapi dari 4 unit laptop yang dicuri, 1 unit sudah dijual oleh pelaku. Makanya kita sedang telusuri siapa penadahnya,” tandasnya.

Dari catatan kepolisian, Andreas yang di tangannya penuh dengan tato ini, merupakan residivis yang sudah keluar masuk penjara. Pada tahun 2016 lalu, Andreas menjadi terpidana kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di wilyah hukum Polres Sorong Kota, dan bebas bersyarat pada 2019.

Di wilayah hukum Polres Sorong, Andreas juga pernah masuk rumah warga di SP 3, untuk mencuri uang sebesar Rp 3 juta dan 1 unit HP. “Kami akan minta para korban yang baru ini, untuk membuat LP, agar kasusnya bisa diproses. Dengan banyak LP atas perbuatan yang dilakukan pelaku, semakin berlapis pasal pidana yang bisa untuk menjeratnya,” kata Danny. **

Anda mungkin juga berminat