Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Dikunjungi Gubernur Mandacan, Mahasiswa Papua di Jerman Mengeluhkan Ini..

0 225

Berlin, TN – Sebanyak 32 orang mahasiswa Papua yang mendapat beasiswa studi ke Jerman, mendapat kunjungan dari Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Rabu (6/11/2019). Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Interokntinental, Berlin, Jerman ini, para mahasiswa yang kuliah di TU Clausthal ini tak membuang kesempatan untuk menyampaikan sejumlah problem.

Virginus Turot, salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Sorong kepada jurnalis Teropongnews.com mengatakan, sedikitnya ada 13 poin yang disampaikan kepada Gubernur Mandacan. Diantaranya, alumni Jerman ini berharap ada penempatan kerja dari pemerintah, ketika sudah menyelesaikan studinya dan pulang ke kampung halaman.

“Karena pengalaman dari Saudara Gideon Mesido, Cuma disuruh datang untuk kasih tunjuk ijazah saja, langsung pulang lagi. Itu info dari Saudara Gideon,” ujar Turot melalui pesan WA.

Mahasiswa Jerman ini juga mempertanyakan kelanjutan pengusutan beasiswa tahun 2018 yang bermasalah, dan harapan pencairan beasiswa tahun depan tidak terlambat.

“Untuk kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal pengurusan beasiswa, tolong dihentikan. Uang langsung dikirim saja ke mahasiswa yang ada di Jerman,” tandasnya.

Agar pada mahasiswa penerima beasiswa itu juga serius dalam menempuh studi, kata Turot, sebaiknya Gubernur membentuk Badan Pengembangan SDM untuk kepentingan jangka panjangnya, dan ada pengontrolan dari dinas terkait untuk perkembangan akademis.

“Kalau bisa dicek nilai semesternya bagaimana, biar kami ini merasa diperhatikan. Dan Pak Gubernur jangan hanya sekali mengunjungi kami,” kata Turot.

Selain mengunjungi mahasiswa Papua di Jerman, kedatangan Gubernur Mandacan dan rombongan dalam rangka menghadiri Pameran Penjualan untuk kerajinan tangan, desain, barang-barang alami dan produk perdagangan  dari seluruh dunia di Gedung Berliner Messe.Di kegiatan ini, kata Turot, juga terdapat stand Papua Barat.

Menanggapi berbagai masukan dari mahasiswa itu, Gubernur Mandacan berjanji untuk memfasilitasi mahasiswa jika selesai dari Jerman, dapat kerja di perusahan yang beroperasi di Papua Barat seperti BP di Bintuni, Pabrik Semen di Maruni (Manokwari).

“Kami juga akan dibantu untuk magang di kampus di Jerman, atau di perusahaan maupun instansi pemerintahdi Papua Barat,” tandasnya.

Kepada mahasiswa itu, Mandacan menyampaikan bahwa bea siswa tahun depan, akan dicairkan antara Januari sampai Maret, dan akan diterbitkan Peraturan Gubernur-nya.

“Karena dananya diambilkan dari Kas Daerah, dan biasanya dana itu baru bisa dicairkan pada bulan Maret sapai April. Sedangkan Mahasiswa membutuhkan dana pada Bulan Januari untuk perpanjangan visa dan biaya lainnya,” kata Turot, menirukan penjelasan Gubernur.

Selain itu, Gubernur Mandacan juga akan memutus hubungan kerja denagn Yayasan Papua Jerman dalam hal pengurusan bea siswa, mengingat yayasan itu sudah merugikan pemerintah miliaran rupiah terkait temuan BPK tahun 2018. Selanjutnya, beasiswa akan dicairkan langsung melalui Dinas Pendidikan.

Yang menggembirakan mahasiswa Jerman, kata Turot, Gubernur mengijinkan mahasiswa yang sudah selesa studi S-1nya, akan dibiayai lagi oleh pemerintah jika ingin melanjutkan S-2.

“Dan Pemprov akan membiayai kepulangan mahasiswa dari Jerman yang terpaksa pulang karena masalah Visa, dan akan ditanggung biaya kelanjutan kuliahnya di universitas manapun di Indonesia,” tandasnya. **

Anda mungkin juga berminat