Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Dikukuhkan Jadi Anak Adat, Namanya Menjadi Heribertus Silubun Kaize Takapanem

0 149

Merauke, TN – Setelah dikukuhkan secara adat melalui prosesi penyerahan dari Marga Silubun menjadi anak adat Marind, Heribertus Silubun menyandang Marga Kaize dengan nama Takapanem. Sehingga namanya menjadi Heribertus Silubun Kaize Takapanem.

Dengan pengukuhan yang berlangsung di Halaman Rumah Warga Kampung Wapeko, Distrik Kurik Kabupaten Merauke, Kamis (29/11), selanjutnya Heribertus sudah sah menjadi anak adat Marind dengan Marga Kaize Takapanem.

Prosesi adat diawali dengan gelar tikar adat dihadiri para tokoh adat dan masyarakat adat setempat. Dilanjutkan dengan penyampain tujuan maksud dari kegiatan tersebut untuk dimengerti segenap masyarakat adat.

Diikuti dengan penyampain penyerahan dari Keluarga Silubun kepada Marga Kaize, sekaligus menyerahkan Heribertus ke tua-tua adat Marind Marga Kaize. Selanjutnya, sebagai ucapan terimakasih, Marga Kaize membalas dengan penyerahan atribut kelengkapan Adat Marind kepada Keluarga Silubun sebagai penghargaan atas keikhlasan keluarga.

“Kami membuat seperti ini karena kita lihat hal pelayanan kepada masyarakat, pergaulannya selama ini sangat baik dengan masyarakat Marind, selama beliau sebagai anggota DPRD Merauke,” jelas Ketua Umum Empat Golongan Adat, Ezam, Immoh, Mayo, Zozom, Vinsensius Dadum Kaize yang disampaikan melalui Kasimirus Kaize selaku Ketua Adat Umum Wilayah Timur, usai prosesi adat.

Pesan tokoh adat yang disampaikan pada kesempatan tersebut bahwa, jika nanti Tuhan berkehendak menang dalam pertarungan pemilihan kepala daerah tahun 2020, maka Heribertus harus tetap rendah hati dan menjadi pemimpin yang tidak sulit ditemukan serta selalu ada untuk masyarakat guna memberikan solusi setiap persoalan masyarakat.

Dijelaskan pula, sebelum mendapat pengakuan sebagai anak adat, telah terjalin hubungan baik antara Heribertus dan Tokoh Adat Vinsensius sejak tahun 1999.

“Karena hubungan keakraban yang kita bangun, kemudian beliau mengajak saya untuk dikukuhkan secara adat,” ucap Heribertus Silubun Kaize Takapanem.

Ia mengatakan, prosesi adat yang baru saja berlangsung adalah bagian dari tradisi budaya yang dilakukan secara turun temurun saat seorang anak dari marga satu diserahkan ke marga lain.

Hal ini menurut Herry, bukan dilakukan secara tiba-tiba. Sejak menjadi pengacara sudah banyak pengalaman membantu orang Marind dengan cuma-cuma dan selama jadi anggota DPRD Merauke juga terus menyuarakan semua kepentingan orang Marind.

“Tetapi saya sadar betul bahwa ketika menjadi Anggota Dewan, kewenangan kami sangat terbatas. Ketika saya didukung menjadi bupati, saya pastikan akan jauh lebih banyak yang kita akan buat untuk orang Marind dan semua yang mendiami tanah ini,” ucap Heribertus.

Kegiatan ini, lanjutnya, tidak ada transaksi jual beli marga tetapi murni tanpa ada bayaran. Hanya atas pertolongan Tuhan Yang Kuasa dan didorong dengan niat baik dan tulus, maka dirinya berani maju mencalonkan diri untuk menjadi bupati.

“Saya membayar dengan perhatian, kepedulian dan kasih sayang sejak saya bisa bekerja di tanah ini,” tegasnya.

Anda mungkin juga berminat