Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Diduga, Proyek Jalan Wakate-Kurwar Dikerjakan Tanpa Dokumen AMDAL

0 24

Ambon, TN – Proyek Jalan Wakate-Kurwar, di Kecamatan Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dengan anggaran senilai Rp.2,9 miliar dari APBD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten SBT tahun 2018 yang dikerjakan PT. Laleva Indah Lestari (LIL) dikerjakan tanpa dilengkapi Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), sebagai salah satu persyaratan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP).

“Sebelum dimulainya suatu pekerjaan atau proyek, harus ada dokumen AMDAL-nya. Jika tidak dilengkapi dokumen AMDAL, pasti akan ada sanski administrasi, berupa teguran tertulis, atau penghentian kegiatan,” kata sumber Teropongnews.com di lingkup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten SBT, Rabu (10/7).

Menurut sumber, berdasarkan peraturan pemerintah, maka diwajibkan setiap pekerjaan, harus dilengkapi dengan dokumen AMDAL. Pasalnya, kata sumber, dokumen AMDAL harus terlebih dahulu dikantongi sebelum pekerjaan dilakukan.

“Nah, jadi pekerjaan sebuah proyek tanpa dilengkapi dokumen AMDAL adalah sebuah pelanggaran yang sangat serius, dan izin ini harus diberikan Pemerintah Kabupaten SBT sebelum kegiatan dijalankan,” tandas sumber.

Informasi yang dihimpun Teropongnews.com menyebutkan, kontraktor tidak mengerjakan proyek ini dari Kantor Camat Wakate sebagai titik nolnya menuju Kurwar, namun kontraktor mengerjakan jalan tersebut mulai dari Kampung Baru menuju Kurwar.

Proyek jalan ini sendiri sepanjang lebih kurang 5 Km. Dugaan adanya kesalahan perencanaan yang menjurus ke praktek korupsi mulai terlihat. Disinyalir, proyek tersebut tidak sampai 5 Km, karena Jalan Wakate-Kampung Baru tidak dikerjakan alias fiktif dengan jarak sekitar lebih kurang 1 Km.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten SBT, Umar Bilahmar yang dihubungi tidak menggubris, begitupun dengan pihak PT. Laleva Indah Lestari.

Anda mungkin juga berminat