Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Diduga Kayu Asal Papua, Gakkum KLHK Kembali Amankan 199 Konteiner Kayu Ilegal di Surabaya

0 267

Surabaya, TN- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK) kembali merilis penangkapan 199 kontainer kayu ilegal di Surabaya. Sehingga dalam sebulan ini KLHK telah mengamankan 384 kontainer kayu illegal dari Papua melalui empat kali operasi pengamanan di Surabaya dan Makasar.

Operasi penindakan kayu illegal ini menunjukkan bahwa pemerintah komit dan serius untuk mengamankan sumberdaya alam dan menindaktegas pelaku kejahatan sumberdaya alam.

Operasi pertama pada 8 Desember 2018, Gakkum KLHK berhasil mengamankan 40 kontainer di Surabaya. Selanjutnya operasi kedua, 4 Januari 2019 berhasil mengamankan 88 kontainer juga di Surabaya.

Kayu ilegal asal Papua yang di Surabaya. Foto Gakum KLHK.

Pada 5 Januari 2019, Gakkum KLHK menahan 57 kontainer kayu ilegal di Makassar. Terakhir Senin 7 Januari 2019, Gakkum LHK bersama dengan Komando Armada II (Detasemen Intelijen) dan Bareskrim Mabes Polri berhasil mengamankan 199 kontainer kayu ilegal yang diangkut KM Selat Mas (TEMAS) di Pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya.

Pada kesempatan ekspose penanganan kasus kayu ilegal ini, Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani menegaskan, upaya penegakan hukum tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam menyelamatkan sumber daya alam (SDA).

“Kita harus menindak tegas pelaku kejahatan kayu ilegal dan tidak boleh kompromi karena sudah merugikan negara. Apabila kejahatan pembalakan dan peredaran kayu ilegal dibiarkan dapat menyebabkan kehancuran ekosistem, mengancam kehidupan masyarakat, serta menganggu kewibawaan negara,” ujar Rasio Ridho Sani.

Rasio Sani menambahkan saat ini KLHK sudah menindak 575 kasus pidana sampai P21 (disidangkan), menggugat secara perdata 18 korporasi dengan putusan ganti rugi dimana 10 gugatan sudah dikabulkan MA dengan nilai putusan lebih dari Rp. 18,33 trilyun, serta sudah 564 korporasi yang kami sanksi, bahkan ada yang dicabut izinya. Kami komit dan serius, tegas Rasio Sani.

Ketika dikomfirmasi Teropongnews.com, terkait penangkapan 199 konteiner berisi kayu ilegal asal Papua di Surabaya, Aswin Bangun salah satu petugas Gakkum KLHK, membenarkan hal tersebut.

Dijelaskan, ada beberapa tangkapan dengan kapal yang berbeda dan asal yang berbeda, sementar 199 konteiner yang ditangkap di Surabaya adalah kayu asal Papua. Hanya saja yang bersangkutan tidak menyebutkan dari oelabuhan mana, kapal tersebut keluar menuju Surabaya.

Konteiner berisi kayu ilegal asal Papua yang dipoliceline oleh Gakkum KLHK. Foto Gakkum KLHK.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, sekaligus Ketua Satgas Penyelematan SDA KLHK, Sustyo Iriyono yang memimpin operasi penindakan kayu ilegal ini mengatakan bahwa kayu ilegal yang diamankan ini merupakan kayu Merbau, diperkirakan berjumlah lebih dari 5.812,77 meter kubik dengan nilai minimal sekitar Rp 104,63 miliar.

Sustyo Iriyono menambahkan KLHK terus memantau pergerakan kayu ilegal. Langkah ini untuk memberi sinyal kepada pembalak kayu ilegal agar segera menghentikan segera semua kegiatan ilegalnya.

Operasi penindakan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengangkutan kayu ilegal dari Papua pada akhir tahun. Nampaknya, pelaku berpikir aparat keamanan sedang lengah setelah libur akhir tahun.

Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan menganalisis data dan menjalankan operasi intelijen-dimana ada informasi kapal membawa kayu ilegal tujuan Surabaya,tutur Sustyo.

Untuk meningkatkan efek jera “Kami akan menggunakan pasal berlapis dan metode multidoor, termasuk pasal pencucian uang,” jelas Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK, Yazid Nurhuda, melalui siaran persnya, Kamis (17/1).

Saat ini penyidik KLHK masih memeriksa dokumen dan fisik kayu yang diangkut KM Selat Mas serta mengamankan barang bukti agar segera masuk ke tahap penyidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Sementara itu terkait dengan operasi sebelumnya, sudah empat korporasi ditetapkan sebagai tersangka, tutup Yazid Nurhuda.(*)

Anda mungkin juga berminat