Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Dibacakan Bupati Sorong, Pidato Nadiem Makarim Mendapat Aplaus Para Guru

0 266

Aimas, TN –  Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dibacakan Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru SH.MSi dalam upacara peringatan Hari Guru di Alun-alun Aimas, Senin (25/11/2019). Ratusan guru yang mengikuti kegiatan itu, beberapa kali memberikan apluas sebagai tanda sepakat dengan apa yang tertuang dalam teks pidato tersebut.

Para guru di Kabupaten Sorong memberikan aplaus saat Bupati Johny Kamuru membacakan teks pidato Mendikbud, dalam upacara peringatan hari Guru di alun-alun Aimas, Senin (25/11/2019). (Foto:Tantowi/TN)

“Luar biasa. Bagi kami luar biasa. Sebagai menteri pendidikan yang baru, beliau adalah menteri muda yang sangat energik dan respons. Apa yang kami perlukan di lapangan, persis apa yang disampaikan di amanat tadi,” kata Halim S.Pd, Guru Olahraga SMP Negeri 10 Sorong, yang menjadi Inspektur Upacara.

Pidato Nadiem Makarim yang bertabur bahasa dan kalimat yang lugas serta tegas ini, sebelumnya viral dan menjadi perbincangan di media sosial, meski belum sempat dibacakan saat hari H peringatan Hari Guru.

Implementasi dari pidato itu, kata Halim, intinya harus dimulai dari guru itu sendiri dalam mencetak generasi bangsa yang unggul. Agar guru fokus dalam mendidik para siswa, jangan terlalu disibukkan dengan birokrasi administrasi.

“Yang terjadi selama ini, birokrasi yang harus dilewati para guru ini terlalu banyak. Apa yang disampaikan Pak Menteri teks pidato itu, adalah sebuah fakta yang selama ini terjadi,” tandas Halim.

Hal senada juga disampaikan Suyono Sri Sugianto S.Ip, S.Pd M.Pd, Ketua PGRI Kabupaten Sorong. Amanat Mendikbud dalam peringatan Hari Guru Itu, adalah masukan juga dari para pengurus PGRI Pusat.

Ketua PGRI Kabupaten Sorong, Suyono Sri Sugianto S.Ip, S.Pd M.Pd. (Foto:Tantowi/TN)

“Tidak perlu lagi menyampaikan hal-hal yang tidak terlalu menyentuh, retorika dan banyak omong kosongnya. Tapi langsung to the point, apa yang diperlukan dan harus dilakukan guru dalam rangka peningkatan kualitas anak didik, singkat, padat dan jelas,” kata Suyono.

Menurutnya, pekerjaan administratif yang disebut Mendikbud sebagai salah satu hambatan dalam proses mendidik para siswa, adalah sebuah fakta. “Makanya tadi bagaimana kila lihat respons dari para guru, yang berkali-kali memberikan tepuk tangan,” tandasnya.

Sedangkan Aurinus Syatfle S.Pd, Kepala SD 02 Wariayau Distrik Klamono menanggapi amanat Mendikbud dalam peringatan Hari Guru itu, adalah sebuah awal dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas.

“Sambutan Mendikbud itu lebih tenang, menghilangkan banyak beban terhadap seorang guru. Selama ini energi guru banyak terkuras dalam mengurus administrasi yang sangat menghambat, sehingga pendidikan di daerah terpencil menjadi kosong. Ketika guru harus mengajar, tiba-tiba harus berangkat ke kota, meninggalkan anak didik untuk mengurus administrasi terkait nasibnya,” ujar Aurinus. **

Anda mungkin juga berminat