Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Diajak ke Jepang Oleh Bupati, Pemuda Papua Ini Tidak Tahu Apa Tujuannya

0 294

Aimas, TN – Menjelang tutup tahun anggaran, intensitas kegiatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong semakin meningkat. Salah satu kegiatan yang akan berlangsung di awal bulan ini, adalah memboyong puluhan pemuda Asli Papua ke negeri Sakura, Jepang.

Sedikitnya ada 32 pemuda, laki-laki dan perempuan, yang akan diikutkan dalam kegiatan pada 6-16 November. Sejak pertengah Oktober lalu, mereka sudah persiapan mengurus dokumen perjalanan, hingga menjalani tes kesehatan.

Selama di Jepang, mereka akan didampingi langsung oleh Bupati Sorong, Johny Kamuru dan Kabag Humas Pemkab Sorong, Juan Flora Adeltje. Selain itu juga ada beberapa orang dari luar Sorong yang ikut dalam perjalanan itu.

Juan Flora Adelte, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sorong.

Untuk tujuan apa mereka ke Jepang? Ones Paa, salah seorang peserta yang ikut dalam kegiatan ini mengaku belum tahu. “Ini kan kegiatan pemerintah, kalau soal maksud dan tujuan kita belum tahu. Karena bisa belum mendapatkan arahan dan pembekalan dari panitia,” kata Ones, yang juga tercatat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Malamoi Seluruh Indonesia (Himamsi).

Dia mengaku baru ikut program di tahap kedua ini. Sebelumnya, program pertama kegiatan serupa dilaksanakan pemerintah Kabsor dengan mengirim para pemuda dan pemudi Papua ke Bogor.

Sedangkan Wendy Lusiana Pangala, seorang pemudi Papua yang ikut berangkat pada gelombang kedua ini mengatakan, rombongan akan diajak melihat tempat-tempat wisata yang ada di Jepang dan berkunjung ke Universitas. “Seperti pada program pertama dulu di Bogor, kami diajak ke tempat-tempat wisata,” tandas Wendy.

Menurutnya, seluruh biaya yang dikeluarkan untuk keberangkatan ini, ditanggung oleh anggaran pemerintah Kabupaten Sorong, mulai pengurusan visa, paspor, akomodasi hingga uang sakunya.

Kabag Humas Pemkab Sorong, Juan Flora Adelte menjelaskan, keberangkatan pemuda dan pemudi Papua ke Jepang ini, dalam rangka mengikuti program Young Leaderpreneurship Competition Building (YLCB), sebagai program lanjutan dari tahun sebelumnya.

“Ini merupakan sebuah program untuk membangun jiwa kepemimpinan dan wirausaha seseorang,” tandasnya.

Lewat kegiatan ini nantinya diharapkan pemuda pemudi Kabupaten Sorong dapat mengembangkan program ini dan menjadi trainer bagi anak-anak muda lain di daerahnya masing-masing. Peserta yang terlibat dalam program ini, adalah para pemuda yang dipilih dari 32 Distrik se-Kabupaten Sorong, yang terdiri 9 orang pemudi dan sisanya pemuda.

“Nanti mereka diajarkan bagaimana dapat menciptakan peluang usaha sendiri dengan memanfaatkan SDM dan SDA di daerahnya,” kata Juan.

Frengki Duwith, Orang Asli Papua yang merintis wirausaha budidaya jamur tiram. (Foto:Tantowi/TN)

Frengki Duwith, Orang Asli Papua (OAP) yang telah merintis wirausaha budidaya jamur Tiram di Kelurahan Malasom, mengapresiasi upaya Bupati Sorong dalam mendidik anak-anak muda Papua agar paham dunia wirausaha.

Tapi dia masih meragukan, apakah mereka yang diberangkatkan ke Jepang itu benar-benar menyerap ilmunya, dan menerapkan di kampung halamannya ketika pulang. Agar tidak salah sasaran, Bupati harus lebih selektif dalam memilih siapa saja yang layak untuk diajak pergi.

“Karena namanya diajak berangkat ke luar negeri, siapapun pasti mau. Tapi belum tentu setelah mereka datang dari sana, menerapkan ilmu yang didapat. Bisa kita keluar, tapi kita pilih orang yang benar-benar niat dan ingin mengubah dia punya nasib. Kalau dia pergi hanya untuk euforia, hanya ingin jalan-jalan, tidak mungkin akan serap ilmu yang disampaikan di tempat tujuan,” ujar Frengki.

Apa yang disampaikan Frengki itu, berkaca dari pelaksanaan program Young Leaderpreneurship Competition Building (YLCB) tahun sebelumnya, ketika Bupati memberangkatkan anak-anak Papua ke Bogor.

“Yang saya tahu, mereka yang sudah diberangkatkan ke Jawa (Bogor) pada program sebelumnya, sampai di sini tidak ada yang mereka terapkan. Kita tidak tahu, mereka kesini ilmu yang mereka dapat bisa diterapkan atau tidak. Intinya saya berharap, itukan dana pemerintah, dana masyarakat, dana kita semua. Kalau mereka pergi kesana, seraplah ilmu dengan baik di tempat tujuan, ditangkap dengan baik, kembali ke sini, diterapkanlah untuk anak-anak yang ada di sini. Terutama anak-anak Papua,” harap Frengki.

“Jangan hanya berwisata, kasihan hanya main-mainkan dana yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih riil dan bermanfaat,” pungkas Frengki. **

Anda mungkin juga berminat