Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Di Diskualifikasi Ketua Partai, Dua Politisi Demokrat Tetap Lolos Pelantikan

0 254

Aimas, TN – Dua orang politisi Partai Demokrat, Sarsito dan Handri Haji Kadir, akhirnya lolos dalam formasi anggota DPRD Kabupaten Sorong periode 2019-2024 yang diambil sumpah jabatannya oleh Ketua Pengadilan Negeri Sorong, Senin (30/9/2019).

Sebelumnya, pada bulan Mei 2019 lalu Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sorong, Lexie Durimalang SE.MM sempat berkirim surat ke Ketua KPUD Kabupaten Sorong, terkait sanksi diskualifikasi kepada sejumlah kadernya yang ikut dalam kontestasi pemilihan legislatif pada 17 April 2019.

Informasi yang diterima Teropongnews.com, sanksi tersebut dijatuhkan kepada Sarsito, Handri Haji Kadir dan Hermanus Malakmini. Untuk diskualifikasi terhadap Handri Haji Kadir dan Hermanus Makmini, dijatuhkan Lexie Durimalang berdasarkan surat keberatan dari Manfred Haremba S.Sos sekalu Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Sorong.

Keberatan tersebut kemudian dikutip Lexie dalam surat yang ditujukan kepada Ketua KPUD Kabupaten Sorong. Isinya, bahwa Handri Haji Kadir SE dan Hermanus Malakmini melakukan Pelanggaran Pemilu, antara lain tidak membagikan Surat Mandat kepada saksi-saksi di kedua Distrik, yakni Distrik Mayamuk dan Distrik Salawati.

Akibat dari tindakan itu, Partai Demokrat tidak ada saksi di setiap TPS di kedua distrik tersebut, dan C Plano 1 tidak ditandatangani oleh saksi dari Partai Demokrat.

“Sehingga mengakibatkan caleg dari Partai Demokrat yang lain termasuk saudara Manfred Heremba S.Sos tidak mendapat suara di daerah pemilihan 3 ini,” tulis Lexie dalam suratnya.

Berdasarkan tindakan para kadernya yang ikut dalam pencalegan itu, Lexie sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sorong kemudian menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada kedua kadernya yang dianggap membuat masalah.

Sarsito, Handri Haji Kadir dan Lexie Durimalang. (Foto:Tantowi/TN)

“Untuk itu, kami selaku Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sorong memberikan diskualifikasi kepada kedua calon yang membuat masalah, yakni Haji Kadir SE dan Hermanus Malakmini,” tulis Lexie Durimalang.

Surat yang ditandatangani Lexie Durimalang pada 26 Mei 2019 ini, juga ditembuskan kepada Ketua DPP Partai Demokrat di Jakarta, Ketua DPD Partai Demokrat Papua Barat di Manokwari, Ketua Bawaslu Papua Barat di Manokwari, Ketua KPUD Papua Barat di Manokwari dan Ketua Bawaslau Kabupaten Sorong di Aimas.

Informasi yang diterima Teropongnews.com, surat diskualifikasi tersebut juga dikeluarkan Sarsito, kader Demokrat yang sama-sama dengan Lexie bertarung mencari dukungan di Dapil I. Penyebabnya adalah sama, yakni Sarsito tidak melaksanakan amanah berupa penyerahan surat mandat saksi di TPS, sehingga menyebabkan perolehan suara Partai Demokrat tidak signifikan.

Handri Haji Kadir yang ditemui Teropongnews.com usai pelantikan mengaku, apa yang tertuang dalam surat itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Nama yang tertulis dalam surat itu adalah Andre Kadir SE dan Haji Andre Kadir SE. Padahal nama dirinya yang benar adalah Handri Haji Kadir SE. “Menurut saya surat itu tidak jelas siapa yang dimaksud,” tandasnya. ***

Anda mungkin juga berminat