Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Dewan Pers: Jurnalis Jangan Menjadi Penyebar Hoax

0 18

Sorong, TN – Komisioner Dewan Pers, Imam Wahyudi mengatakan, jurnalis harus harus menjadi ujung terdepan melayani publik untuk menuju kebenaran. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada diskusi bersama jurnalis televisi yang berlangsung di gedung redaksi Papua Chanel, Jumat (12/04).

“Yang artinya kalau disekitar kita banyak bermunuculan berita atau informasi hoax, harusnya media itu menjadi verifikator, bukan malah menjadi penyebar hoax,”ujar Imam

Pasalnya, kata Imam, penyebaran hoax semakin luas melalui situs internet dan jejaring sosial. Selain itu juga banyak media yang hanya mengutip informasi-informasi viral yang beredar media sosial untuk kemudian dijadikan berita headline agar meningkatkan traffick pembaca, tapi tidak mencari faktanya terlebih dahulu.

Terlebih menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April mendatang informasi mengenai politik begitu ramai. Dimana banyak berita atau informasi yang cenderung berpihak kepada salah satu calon Presiden dan Wakil Presiden.

Menurutnya, untuk memerangi berita hoax yang beredar di media sosial adalah dengan cara mengurangi tindakan mengshare berita hoax.

“Bisa saja tanpa kita sadari kita juga menjadi penyebar hoax, padahal kita tidak ingin menyebar berita hoax. Oleh karena pers harus melakukan melakukan verifikasi terhadap informasi yang didapatkan,”tutur Imam

Untuk langkah-langkah antisipasi yang bisa kita lakukan bersama untuk melawan berita hoax yaitu pers harus kembali ke DNA nya dengan melakukan cek and richek  untuk mengetahui kebenarannya.

Selain itu, Pers juga diminta harus aktif membuat rubrik atau membuat program yang isinya bagaimana mengetahui apakah tersebut merupakanberita hoax atau bukan, termasuk juga bagaimana megajarkan kepada publik bagaimana memverifikasi fakta.

 

 

Anda mungkin juga berminat