Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Demokrat Papua  Nilai Presiden Tidak Konsisten

0 199

Jayapura, TN – Demokrat Papua mengapresiasi pengangkatan salah satu putra terbaik Papua, Jhon Wempi Wetipo yang dipilih Presiden  sebagai Wakil Menteri PUPR pada kabinet Indonesia Maju 2019 – 2024.

Meski demikian, Demokrat Papua mengaku kecewa dengan Presiden Joko Widodo lantaran tidak konsisten.

“Kami apresiasi atas pengangkatan salah satu Putra Terbaik Papua Saudara Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri PUPR karena ini posisi yang strategis,” kata Sekretaris Demokrat Papua, Carolus Bolly,SE, MM, Jumat (25/10) malam

Demokrat yang saat ini masih menjadi partai penguasa di Papua berharap, Wempi Wetipo dapat menjalankan tugas yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi, untuk terus menggenjot Pembangunan Infrastruktur Indonesia khususnya di Wilayah Timur.

“Ya kami berharap pembangunan terus di gencarkan di seluruh Indonesia, terlebih khusus pembangunan di wilayah timur Indonesia,” kata Carolus.

Hanya saja, Carolus mengaku kecewa dengan Presiden Joko Widodo lantaran tidak konsisten dengan pernyataannya pada 11 Oktober silam, dimana Jokowi saat itu memastikan adanya putra asli Papua yang akan diposisikan sebagai Menteri

“Tapi, apresiasi kami tidak akan mengurangi kekecewaan kami terhadap Presiden Jokowi yang tidak menempatkan putra asli Papua pada posisi Menteri, ini kan tidak konsisten dengan pernyataan Presiden sebelumnya,” kata Carolus mengulas kembali pernyataan Presiden

Sebelumnya, Wakil Ketua DPP Demokrat Papua, Ham Ricky Pagawak menyampaikan kekecewaan terhadap presiden Jokowi lantaran tidak adanya kader Demokrat dalam cabinet Indonesia Maju.

“Kami sangat kecewa dan menyesal dengan Jokowi,” tegas Ham Pagawak

Ia mengatakan Papua menjadi salah satu daerah yang memberikan sumbangsi suara tertinggi bagi Jokowi – Ma’aruf pada Pemilu 2019 dengan jumlah dukungan 93 persen suara.

“Demokrat Papua dibawah kendali Gubernur Papua,  memberikan dukungan 93 persen kepada Jokowi -Ma’aruf, dan itu otaknya Demokrat. Rata-rata bupati di Papua memberikan suara 100 persen dan saya salah satunya, jadi kami sangat kecewa,” kata Ham.

Anda mungkin juga berminat