Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Deklarasi Adopsi Terumbu Karang Untuk Penanganan Ledakan Populasi Bintang Laut Berduri Resmi Ditandatangani

0 100

Waisai, TN – Deklarasi Adopsi Terumbu Karang Untuk Penanganan Ledakan Populasi Bintang Laut Berduri atau Crown of Thorns Starfish (CoTS) resmi ditandatangani langsung oleh Gubernur provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati dihadapan ratusan peserta pembukaan Festival Bahari 2019 dilapangan pantai Waisai Torang Cinta, Jumat (18/10).

Hal ini semakin mempertegas status Provinsi Konservasi Papua Barat yang telah berkomitmen dalam menjaga kelestarian alam dengan menjaga kekayaan sumber daya alamnya dan juga budaya serta adat istiadatnya.

Gubernur provinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan menyampaikan kepada awak media bahwa sumber daya alam Papua Barat yang amat kaya ini harus dijaga dan dilestarikan, sehingga dirinya menyambut baik inisiasi stakeholder pemerhati laut Raja Ampat yang menegaskan komitmen mereka dalam memerangi ledakan populasi bintang laut berduri ini dengan program adopsi terumbu karang yang bukan hanya stakeholder lokal Raja Ampat, tapi hingga stakeholder yang berasal dari wisatawan asing yang turut serta dalam program ini.

“Sumber daya alam dan budaya masyarakat Papua Barat perlu kita ekspos sehingga ini bisa menarik banyak orang, dan tentunya perlu dilestarikan dan dijamin keberadaannya hingga generasi yang akan datang,” jelas Dominggus Mandacan.

Mempertegas hal tersebut, kepala UPTD-BLUD provinsi Papua Barat, Syafri Tuharea menjelaskan bahwa sebagaimana tertuang dalam Deklarasi ini, areal terumbu karang sebagaimana dimaksud akan disebut dengan istilah “Wilayah Kerja” bagi para pengadopsi, dengan koordinasi bersama Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD-BLUD) Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Kepulauan Raja Ampat.

“Deklarasi ini penting sekali, kita sebagai pengguna kawasan konservasi perlu ada rasa memiliki, dan untuk memelihara sumber daya alam hayati laut secara berkelanjutan. Nantinya, kita berharap kedepan bisa memperkuat kerja sama dan terus bertukar informasi dan mengembangkan upaya penanggulangan bintang laut berduri ini,” jelas Syafri Tuharea.

Setelah penandatanganan yang dilakukan oleh Gubernur provinsi Papua Barat dan Bupati Raja Ampat, seluruh stakeholder pemerhati laut Raja Ampat kemudian turut ditandatangani oleh anggota musyawarah pimpinan daerah, dinas-dinas terkait lalu beberapa pelaku industri wisata seperti resor AFU, Misool Eco Resort, Meridien Adventure, Raja Ampat Dive Lodge, Papua Explorers, dan Papua Diving, beberapa liveaboard seperti Tiara, Dewi Nusantara, Amira, Silolona, dan Gaia Love, serta organisasi nonprofit seperti Conservation International (CI Indonesia), Yayasan Cahaya Anak Papua, Yayasan Nazaret Papua dan Yayasan Misool Baseftin.

Deklarasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab dan komitmen moral pemangku kepentingan di Raja Ampat; terkhusus pelaku industri pariwisata. Masing-masing pelaku industri pariwisata menegaskan komitmen tersebut dengan mengadopsi areal-areal terumbu karang tertentu di Raja Ampat, untuk selanjutnya membiayai upaya-upaya penanggulangan populasi Bintang Laut Berduri di areal yang diadopsi.

Anda mungkin juga berminat