Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Bupati JK Ajak Kelurahan Optimalkan Pengelolaan Sampah

0 71

Aimas, TN – Bupati Sorong Dr.John Kamuru SH.MSi mengajak seluruh lurah yang ada di Kabupaten Sorong mengoptimalkan penggunaan Dana Kelurahan untuk mengelola sampah. Program ini bertujuan agar singkron dengan proses penataan lingkungan Kota Baru Aimas yang saat ini tengah dijalankan duet pasangan JK-Suka.

Selain itu, pengelolaan sampah ini juga sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 tahun 2018, tentang penggunaan Dana Kelurahan. Persoalan ini cukup menyita perhatian tersendiri bagi Bupati Sorong. “Pengelolaan sampah ini harus diseriusi, dilaksanakan dengan optimal supaya tidak lagi terlihat sampah berceceran dimana-mana,” kata Bupati JK, saat memanggil seluruh stake holder yang terkait untuk membahas persoalan sampah, Kamis (5/9).

Bertempat di ruang pola Kantor Bupati KM 24, seluruh lurah dan kepala distrik diajak membahas persoalan tersebut. Selain itu, Bupati juga mengundang Kepala Dinas Lingkungan Hidup,  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kepala Badan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Staf Ahli Bupati Bidang SDM. Wakil Bupati Suka Harjono S.Sos MSi juga terlibat dalam pembahasan ini.

Ir. Hendrikus Momot MSc, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Kabsor menjelaskan,  pengolahan sampah dengan melibatkan kelurahan ini adalah langkah awal yang baru dirintis, sejak pengelolaan sampah itu ditangani Dinas PKP. Sebelumnya, pengelolaan sampah di Kabsor menjadi tugas dari Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR).

Dengan adanya Permendagri 130/2018 tentang Penggunaan Dana Kelurahan untuk mengelola sampah, maka program dari kelurahan bisa di sinergikan dengan program dari PKP. “Jadi setiap kelurahan bisa mengkoordinir masing-masing RT untuk pengelolaan sampah ini,” kata Hendrikus.

Melalui program ini, Dinas PKP akan membagikan dua bak sampah di setiap rumah dan menyiapkan 1 unit kendaraan sebagai sarana pengangkut sampah. Sedangkan tugas dari Kelurahan, cukup menyiapkan tenaga pengumpul sampah, yang tugasnya mengumpulkan sampah dari bak sampah yang ada di rumah penduduk, kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). “Nanti dari TPS ada mobil sampah yang akan mengakutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” kata Hendrikus.

Saat ini, Dinas PKP sudah menyiapkan 4.000 bak sampah berbahan karet yang akan dibagikan ke rumah-rumah penduduk. Setiap rumah mendapat jatah dua buah, yang berfungsi sebagai pemilah antara sampah organik dan plastik. Pemilahan sampah sejak dari rumah warga ini, untuk memudahkan proses pembuangan di TPA. Sebab, kata Hendrikus, sistem yang ada di TPA Sampah di KM 35, adalah dibedakan titik pembuangan antara sampah organik dan sampah plastik.

“Di TPA KM 35 saat ini baru kita tata sistemnya. Kalau di TPA yang ada di Makbon itu, selama ini adalah open dumping, dari bak truk langsung ditumpah tanpa ada pemilahan. Tapi untuk pembuangan di TPA KM 35, nanti langsung ada pemisahan antara sampak organi dan un organik, sehingga sampah-sampah plastik itu bisa didaur ulang dengan proses yang lebih cepat,” urai Hendrikus.

Sementara kendaraan pengakut sampah dari setiap kelurahan, baru tersedia 4 unit dan sudah dibagikan ke 4 kelurahan. Sedangkan kontainer sampah yang disiapkan sebagai TPS, baru tersedia tersedia 8 unit, yang diantaranya sudah di tempatkan di Kelurahan Malawele, Malagusa, Malasom dan Kelurahan Aimas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabsor, Ir. Septer Kawab sepakat dengan pemilahan sampah sejak di tingkat rumah warga. Sebab, sampah plastik itu membutuhkan proses yang cukup lama untuk terurai, jika dibuang begitu saja di TPA.

“Tolong untuk pengelolaan sampah yang dari plastik, jangan langsung ditimbun. Sebab butuh  waktu 80 tahun lebih untuk bisa terurai. Perlakuan sampah plastik ini berbeda dengan sampah organik,” kata Septer Kawab.*

Anda mungkin juga berminat