Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Bupati Fakfak Dan Rombongan Selamat Dari Kebakaran Speedboat

0 218

Fakfak, TN- Hanya berselang sekira sepuluh menit dari turunnya Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si, beserta rombongan dari speedboat “Maror”, speedboat milik Pemerintah Kabupaten Fakfak berharga miliaran rupiah itu terbakar ludes, dan hanya menyisakan kerangka serta rongsokan mesin-mesinnya.

Kebakaran kapal cepat yang terjadi pada Senin (15/4) sekira pukul 15:30 WIT itu, baru bisa dipadamkan sekira pukul 16:15 WIT, setelah 1 unit kapal LCT menyemprotkan air dari arah laut. Dan tak lama berselang, 2 unit truk air bersih, turut membantu. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran speedboat ini.

Kebakaran speedboat kebanggaan Pemda Fakfak tersebut, mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, speedboat yang didorong dengan 4 engine berkekuatan 1.000 PK tersebut, baru saja sandar di belakang Kantor Polairud Fakfak.

Informasinya, Bupati dan Dandim 1803/Fakfak beserta rombongan, baru saja menggunakan kapal cepat tersebut untuk kunjungan kerja ke tiga lokasi di Distrik Fakfak Timur.

Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf. Yatiman, A.Md. menjelaskan bahwa, dirinya baru tiba di Makodim Fakfak, ketika asap hitam pekat terlihat di langit.

“Mungkin sekitar sepuluh menitan itu. Saya baru tiba di Kodim, kok. Lalu terlihat asap hitam pekat di langit. Ternyata speedboat yang baru kami pergunakan, terbakar habis,” ujar Dandim.

Menurut Dandim, Bupati dan rombongan yang berjumlah 23 orang, baru saja mengunjungi beberapa lokasi, diantaranya Weri dan Kampung Sahrei. Beberapa pejabat yang turut dalam kunjungan kerja tersebut, antara lain Plt. Sekda Fakfak, Charles Kambuh; Kepala Bappeda, Ali Baham Temongmere; Kasat Pol PP, Arif H Rumagesan serta rombongan lainnya.

“Rencananya, kami akan melanjutkan ke Karas. Namun karena cuaca kurang baik dan speedboat hanya menggunakan power tiga mesin, sebab satu mesin trouble, akhirnya diputuskan untuk kembali ke Fakfak,” pungkas Dandim.

Belum diketahui penyebab terbakarnya si “Maror” tersebut. Ada yag menyebut dimungkinkan oleh hubungan pendek arus listrik, serta dugaan adanya kecerobohan manusia.

Meski begitu, informasi tentang matinya salah satu mesin, juga dibenarkan oleh salah satu pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Lebih jauh sumber menjelaskan bahwa, usia “Maror” yang sekitar 5 tahunan, seharusnya mendapatkan perawatan yang mencukupi. Selain dana perawatan memang tersedia, “Maror” ini merupakan kendaraan air bagi para pejabat tamu yang mengunjungi Fakfak.

Kini, speedboat tersebut teronggok sekitar 150 meter dari Pelabuhan Fakfak, dan sekitar 50 meter dari dermaga sandar yang baru selesai dibuat.

Anda mungkin juga berminat