Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp11 Triliun Bayar RS

0 16

Biak,TN – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Biak Numfor gelar Konferensi Pers terkait pembayaran klaim fasilitas kesehatan dalam program JKN-KIS, selasa (16/4) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor.

Dalam hal ini, secara nasional BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun guna pembayaran hutang jatuh tempo kepada pihak Rumah Sakit (RS). Bahkan, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana Kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Untuk wilayah kerja Kantor Cabang Biak, terdapat 145 FKTP dan 5 FKRTL yang telah dibayarkan menggunakan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan Cabang Biak. Adapun total pembayaran yang dilakukan Kantor Cabang Biak adalah sebesar Rp 19,8 milyar sepanjang bulan April 2019,”kata Pps Kepala BPJS Kesehatan Cabang Biak, Wirdaos Alamhudi kepada Wartawan.

Ia mengatakan, menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan itu dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

Adapun cara menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan itu dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman,”pungkasnya.

Anda mungkin juga berminat