Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

BPJS Cabang Sorong Bayar Tagihan Klaim Sebesar Rp. 20.839.739.433

0 19

Sorong, TN – Bulan April 2019, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang (KC) Sorong telah membayar dana kapitasi dan tagihan klaim terhadap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) sebesar Rp. 20.839.739.433.

Perlu diketahui, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit.

Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Harbu Hakim menyebutkan di wilayah kerja Kantor Cabang Sorong terdapat 83 Puskesmas, 14 DPP, 2 Dokter gigi, 13 klinik dan FKRTL sebanyak 8 rumah sakit, 5 apotik, dan 4 optik.

“Untuk pembayaran yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Sorong adalah sebesar Rp. 20.839.739.433 Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap,” ujar Kepala BPJS Cabang Sorong, Harbu Hakim, Selasa (16/04).

Terkait tertib administrasi, dalam hal ini adalah berkas klaim, Harbu mengimbau kepada mitra BPJS Kesehatan Cabang Sorong agar sedini mungkin memasukkan berkas-berkas klaim ke kantor BPJS Kesehatan.

Menurut Harbu, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena iu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

Harbu mengatakan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi.

“Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman,”tutur Harbu.

Anda mungkin juga berminat