Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

BNPB: Berita Soal Ambon Dan Seram Akan Hilang Akibat Patahan Hanya Hoax

0 117

Ambon, TN – Menyangkut dengan berita tentang posisi Pulau Ambon tepat di atas tebing laut paling dalam di dunia, yang beredar luas melalui media sosial adalah berita bohong alias hoax, sehingga masyarakat tidak perlu panik atau khawatir terkait dengan kondisi yang berkembang akhir-akhir ini.

Melalui pesan yang disampaikan Ahli Tsunami Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari kepada mantan Gubenur Maluku, Karel Albert Ralahalu, Jumat (11/10) lalu, beberapa penjelasan diberikan terkait kabar viral potensi tsunami di Maluku, khususnya Ambon dan Seram. Muhari menyampaikan bahwa berita viral tersebut adalah hoax, lantaran gambar batimetri yang diedit sedemikian rupa, dan diberikan keterangan seakan-akan ilmiah tetapi bertujuan untuk menyebarkan ketakutan kepada masyarakat.

“Gambar tersebut bukanlah foto satelit 3D karena satelit tidak bisa membuat foto dasar laut apalagi hingga kedalaman 7 km di bawah permukaan laut. Gambar tersebut hanyalah data batimetri biasa (tersedia banyak di internet), yang kemudian diberi efek ketinggian dan kedalaman yang lebih signifikan, seakan-akan data ini baru, padahal data ini adalah data lama dan data biasa saja,” ujar Muhari lewat siaran persnya yang diterima Teropongnews.com, di Ambon, Sabtu (12/10).

Muhari menyatakan, asumsi jika terjadi gempa dari palung Banda akan menyeret Pulau Ambon dan Seram adalah tidak benar. “Belum ada dalam sejarah gempa dan tsunami di dunia, ada gempa yang menghilangkan satu pulau sebesar Ambon, apalagi sebesar Pulau Seram,” kata dia.

Muhari juga mengatakan, jika gempa di kawasan Maluku berpotensi menimbulkan longsoran lokal seperti yang terjadi di Palu tahun 2018 lalu, atau di Semenanjung Elpaputih tahun 1899 benar ada nya, tetapi skalanya lokal.

“Ini harus kita sikapi dengan bijak dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan persiapan rencana evakuasi mandiri yang baik,” sambung Muhari yang pernah bekerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Terkait dengan sebuah penelitian potensi patahan palung Banda oleh Jonathan M. Pownal Gordon S. Lister dan Robert Hall, ia menyampaikan bahwa penelitian itu telah dipublikasikan pada 2016. “Jadi bukan yang baru saja dipublikasikan,” tegas Muhari. Penelitian tersebut tidak membahas sama sekali mengenai potensi tsunami atau potensi gempa yang bisa menyeret Pulau Ambon dan Seram.

“Bahkan, dalam hasil penelitian tersebut sangat jelas disebutkan bahwa tidak ada bukti, bahwa segmen palung Banda tersebut adalah segmen seismik aktif. Jadi, jika ada berita atau tulisan yang mengkaitkan hasil penelitian tersebut dengan prediksi-prediksi kejadian gempa atau tsunami yang akan terjadi di Ambon, maka itu adalah hoax,” tegas Muhari.

Sehubungan dengan berita viral yang beredar di media sosial, jejaring sosial digital maupun dari mulut ke mulut, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing terhadap berita palsu tersebut. Berita seperti ini, lanjut Wibowo, sengaja ditimbulkan untuk menimbulkan rasa khawatir, panik dan takut di tengah-tengah masyarakat.

“Masyarakat diharapkan untuk mengecek informasi resmi potensi bahaya dan parameter gempa atau tsunami dari sumber resmi seperti BMKG, BNPB atau pun BPBD setempat, untuk menyikapi berita atau informasi yang tidak benar,” pinta Wibowo.

Anda mungkin juga berminat