Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Blokir Sudah Dibuka, Warga Sorong Bisa Akses Internet Lagi

0 321

Aimas, TN – Pemerintah secara bertahap telah membuka kembali blokir internet di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat, terhitung sejak Rabu (4/9/2019) pukul 23.00 WIT malam. Keputusan ini menyusul sudah mulai pulihnya situasi keamanan di masyarakat, akibat kericuhan di sejumlah daerah dalam beberapa hari lalu.

Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, melalui keterangan tertulisnya menjelaskan, pembukaan blokir internet itu dilakukan bertahap di 29 Kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Mulai Rabu (4/9/2019) Pukul 23.00 WIT, pemerintah secara bertahap mulai membuka blokir atas layanan data internet di wilayah Papua dan Papua Barat,” kata Ferdinandus Setu.

Dari total 29 kabupaten yang sudah dibuka blokir internetnya, 10 wilayah berada di Provinsi Papua Barat, yakni kabupaten Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak.

Sedangkan 19 Kabupaten, terdapat di Provinsi Papua, yakni Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi.

“Pemerintah kembali mengimbau kita semua untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung,” kata Ferdinandus.

Pemerintah memastikan, kondisi beberapa kabupaten di dua Papua dan Papua Barat berangsur pulih. Pemerintah juga menilai, informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, serta hasutan dan provokasi terkait isu Papua sudah mulai menurun, sehingga pembukaan blokir internet dapat dilakukan.

“Pembukaan kembali blokir atas layanan data di sejumlah besar wilayah Papua dan Papua Barat dilakukan setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum atau keamanan, setelah mempertimbangkan situasi keamanan di wilayah-wilayah tersebut sudah pulih atau normal,” ujar Ferinandus.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika menutup akses internet secara penuh di wilayah Papua dan Papua Barat mulai Rabu (21/8/2019). Langkah ini diambil dengan alasan untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan.

Kabupaten Sorong tidak termasuk dalam wilayah yang ikut diblokir akses layanan internetnya. Fakta ini yang menarik perhatian warga Kota Sorong, yang berbondong-bondong ke Aimas untuk mendapatkan jaringan akses internet.

Pada Sabtu (31/8/2019) lalu, kawasan alun-alun Aimas penuh dengan warga kota yang sedang berselancar di dunia maya. Para pekerja media yang tinggal di Kota Sorong, banyak memburu sinyal data di Aimas menuntaskan tugas jurnalistiknya.

Anda mungkin juga berminat