Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Berkas Perkara Kasus Penistaan Agama dan Ujaran Kebencian Rampung

0 117

Waisai, TN – Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Resor dan Kriminal (Satreskrim) Polres Raja Ampat akhirnya merampungkan berkas perkara kasus penistaan agama dan ujaran kebencian.

Berkas perkara tersebut merupakan hasil penyelidikan atas laporan polisi (LP) nomor 04/I/2019 tertanggal 11 januari 2019 yang kemudian telah menetapkan LWT (39) alias FP sebagai tersangka.

FP dijerat dengan Pasal 45 A ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana diubah dan ditambah pada UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Kasus ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sorong tanggal 13 Juni 2019 kemarin, dengan ancaman yang diberikan adalah kurungan penjara maksimal 6 tahun atau denda 1 milyar rupiah,”ujar Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, Iptu Nirwan Fakaubun S.IK kepada teropongnews.com, kamis (20/6)

Sementara tiga saksi yang berkaitan masing-masing A, H dan JP telah diperiksa dan alat bukti yang digunakan untuk mengakses media sosial tersebut, yakni HP tersangka dan HP salah seorang saksi telah diperiksa di laboritorium digital forensik di Makassar dan ditahan sebagai barang bukti (BB).

Saksi ahli pun telah memberikan keterangan yakni ahli bahasa dari Kementerian Pendidikan, lalu ahli ITE dari Kementerian Kominfo dan ahli pidana dari Universitas Tri Sakti.

Anda mungkin juga berminat