Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Begini Penjelasan Kemenpora Kabulkan Permintaan Gubernur Papua Soal Pengalihan Tuan Rumah POPNAS dan PEPARPENAS Tahun 2019

0 211

Jayapura, TN –  Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menyetujui permohonan Gubernur Papua untuk mengalihkan tuan rumah  Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (POPNAS) dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) IX Tahun 2019 ke provinsi lain.

Surat Gubernur Papua per 20 Agustus 2019 bernomor  No. 4263/9676/Set menurut Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto sepenuhnya memahami adanya permohonan tersebut dan saat ini sedang melakukan pendekatan dengan beberapa daerah tertentu di luar Provinsi Papua agar ada Pemda lain yang berkenan mengambil alih pelaksanaan POPNAS dan PEPARPENAS tersebut yang semula akan diadakan pada bulan Oktober 2019

“Sebagaimana surat permohonan Gubernur Papua agar POPNAS dan PEPARPENAS dapat dilakukan di daerah lain dengan pertimbangan utama permohonan tersebut adalah karena tingkat penyelesaian sejumlah venue pertandingan untuk POPSNAS dan PEPARPENAS belum sepenuhnya tuntas,” kata Gatot, Sabtu malam.

Gatot juga menyebut, bahwasanya permintaan pengalihan tuan  rumah POPNAS dan PEPARPENAS telah diwacanakan melalui komunikasi antara Sesmenpora dengan Plt Kadispora Papua sepekan sebelum adanya peristiwa  dan sejumlah aksi unjuk rasa di beberapa daerah di Papua. Sehigga, kata Gatot, surta permohonan Gubernur Papua, tidak semata-mata lantaran dilatarbelakangi oleh masalah keamanan dan kenyamanan akibat masalah unjuk rasa tersebut,

“Inti dari permintaan permohonan Gubernur Papua lebih kepada konsentrasi Pemerintah Papua untuk lebih fokus pada persiapan penyelenggaraan PON dan PEPARNAS pada bulan Oktober dan November 2020 yang sejauh ini tidak ada perubahan waktu penyelenggaraan,” kata Gatot.

Gatot menambahkan bahwasanya POPNAS dan PEPARPENAS 2020 rencananya akan diikuti oleh sekitar 5.000 atlet dan official dengan mempertandingkan 20 cabang olahraga. Melalui kedua event tersebut akan juga dijadikan sebagai test event untuk mengetahui kesiapan Panitia Penyelenggara PON dan PEPARNAS dalam perencanaan penyelenggaraan, sehingga sejumlah kekurangan dapat segera diketahui.

“Sehingga mengingat tidak ada test event melalui POPNAS dan PEPARPENAS, maka Pemda Papua bersama Kemenpora dan KONI sedang merencanakan cara lain untuk menguji kesiapan PON dan PEPARPENAS,” jelasnya.

Kemenpora juga telah menyampaikan kepada seluruh provinsi se Indonesia terkait pengalihan tempat penyelenggaraan dua even tersebut melalui surat Sesmenpora kepada seluruh Kepala Dispora se Indonesia melalui surat No. SS.8.23.5/SET/VIII/2019 tertanggal 24 Agustus 2019 perihal Pemberitahuan Pembatalan POPNAS dan PEPARPENAS 2019 Papua.

Pada umumnya seluruh daerah bisa memahami meski mereka sudah banyak yang melakukan persiapan Pelatda di daerah masing-masing. Sebagai konsekuensinya, seandainya penyelenggaraan POPNAS dan PEPARPENAS dilakukan di daerah lain, maka jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan mungkin berkurang karena persiapannya yang sangat mendesak,” jelas Gatot.

Anda mungkin juga berminat