Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Begal di Kota Sorong Merajalela, Nimbrod Sesa: Ini Karena Polisi Tidak Tegas!

0 5.549

Sorong, TN – Warga Kota Sorong semakin merasa tidak nyaman dan aman, menyusul maraknya aksi begal yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Terjadinya aksi kriminalitas yang mengorbankan penduduk ini, lantaran sikap yang kurang tegas dari aparat kepolisian.

Baca juga: https://www.teropongnews.com/geram-dengan-begal-netizen-usul-tembak-mati-hingga-ganti-kapolres-sorong-kota/

Demikian disampaikan Nimbrod Sesa SE. MM, Anggota BPAM Sinode GKI Wilayah VII. Menurut tokoh warga yang tinggal di komplek perumahan BTN Kota Sorong ini, aparat Polres Sorong Kota sebagai lembaga pemelihara Kamtibmas, harus bisa memberikan efek jera bagi pelaku begal.

“Saya sebagai warga Kota Sorong, sangat prihatin dengan situasi kamtibmas saat ini. Banyak begal bertindak sangat anarkis, orang sudah tidak nyaman lagi di dalam kota,” kata Nimbrod Sesa, Senin (13/1/2020).

Menurutnya, kesan yang muncul di masyarakat adalah seakan-akan tidak ada hukum positif yang berlaku untuk para begal di Kota Sorong.

“Saya tidak tahu, apakah mereka (begal) ini dibiarkan, atau memang kebal hukum. Saya takut ini terjadi hukum rimba di Kota Sorong. Ketika masyarakat dapat begal, mereka secara spontan bisa menghakimi pelaku dengan caranya sendiri. Kalau ini terjadi, siapa yang mau dipersalahkan,” tandasnya.

Ramijan (kiri), Sairi dan Sutrini (kanan), korban begal di Kota Sorong. (Foto:IKKS)

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir, warga Kota Sorong resah dengan aksi begal yang semakin anarkis. Pada Minggu (12/1/2020) pagi, Ramijan, seorang penjual siomay berlumuran darah setelah menjadi korban begal di Jl Selat Halmahera Kota Sorong.

Selain Ramijan, korban lain yang menjadi sasaran begal adalah Sairi dan Sutrini. Kemudian pada Minggu malam, aksi begal juga terjadi jalan raya di depan Taman DEO Kota Sorong. Kejadian ini diunggah ke akun media sosial oleh pemilik akun Musdalifa Lating.

“Kakak sama adik saya semalam di jambret di depan Taman DEO. Hpnya diambil. Untung adik saya berhasil kejar dan dapat orangnya,” tulis Musdalifa.

Tindakan brutal kawanan begal yang semakin berani beraksi di tempat keramaian dan jalan raya ini, ditegaskan Nimbrod Sesa, karena polisi yang kurang tegas bertindak.

“Keberadaan polisi, menurut saya tidak tegas. Karena begal ini ketika ditangkap, tidak diberikan efek jera. Jadi mereka hanya diproses hukum biasa. Mohon maaf, kalau menurut saya di dor saja. Langsung di dor. Polisi kan bisa tahu titik mana yang tidak menyebabkan kematian, tapi bisa memberikan efek jera,” ujar Nimbrod.

Menurut Nimbrod, kalau Kapolres Sorong Kota berani menyatakan ‘Tembak Ditempat’ untuk para  begal, dia yakin para pelaku kejahatan itu akan takut menjalankan aksinya. “Jadi sekali lagi saya bilang, polisi tidak tegas dalam menyelesaikan masalah ini,” tandasnya. **

Anda mungkin juga berminat