Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

BBKSDA PB Lepas Liarkan Sepasang Mambruk di KTH Warkesi

0 65

Waisai, TN – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat kembali melepas liarkan satwa dilindungi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK), yang kali ini dilaksanakan di kampung Warkesi, distrik Waigeo Selatan, Raja Ampat, Senin (7/10).

Informasi yang dihimpun teropongnews.com, pelepasan satwa kali ini adalah sepasang Mambruk Ubiaat, (Goura cristata) yang sebelumnya diselamatkan oleh salah seorang pejabat Pemda kabupaten Raja Ampat dimana beberapa waktu lalu, telah dilakukan kegiatan serupa bersama tim KKPN, yaitu melepas liarkan seekor penyu di pantai Saleo, distrik Waigeo Selatan, Raja Ampat.

Menurut keterangan yang diberikan staf seksi Pengendali Ekosistem Hutan BBKSDA provinsi Papua Barat, Wahyu Hasibuan, sebelumnya memang telah direncanakan pelepasan Mambruk ini sehari setelah penyu hijau dilepaskan.

Namun terjadi pembahasan mendalam bersama tim Fauna Flora International program Raja Ampat (FFI-R4) mengenai kemungkinan reaksi lanjutan sepasang Mambruk ini atas habitat baru mereka yang berbeda dari habitat aslinya di pulau Batanta, apalagi telah cukup lama dipelihara oleh manusia didalam kandang.

“Bersama FFI-R4, kami bahas habitat atau tempat yang bisa mendekati kondisi asli habitat mereka di alam, sehingga kami sementara memilih kelompok tani hutan Warkesi dimana memang merupakan binaan kami yakni Team Smart Patrol Raja Ampat,” jelas Wahyu Hasibuan.

Dijelaskan Wahyu, Mambruk ubiaat (Goura cristata) adalah salah satu dari tiga burung dara mahkota dan merupakan spesies terbesar di antara jenis-jenis burung merpati, dan Mambruk ini merupakan endemik Papua. Menurutnya, Mambruk ini pun akan secara rutin dipantau hingga dapat kembali hidup liar di alam, dan jika berhasil, ia berharap masyarakat Raja Ampat mulai sadar akan spesies-spesies dilindungi lainnya, khususnya di Raja Ampat.

“Dan Warkesi ini pun kami rasa tepat, karena juga cukup terkenal dengan aktifitas wisata pengamatan burung selain kampung Saporkren,” jelas Wahyu.

Kemudian, bersama dengan anggota FFI program Raja Ampat, Wolter Gaman, Wahyu menyerahkan sepasang Mambruk Ubiaat ini kepada kelompok tani hutan Warkesi.

Anda mungkin juga berminat