Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Bawaslu Kota Sorong Kerahkan 150 Petugas Patroli Pengawasan Anti Politik Uang

0 39

Sorong,TN- Tinggal satu hari lagi proses pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan dilaksanakan. Sesuai amanat dari Bawaslu RI bahwa dari sisi pertimbangan, variabel money politik masih menjadi satu variabel utama yang dipakai oleh pelaksanaan peserta tim kampanye untuk mempengaruhi masyarakat pemilih.

Ketua Bawaslu Kota Sorong Elias Ijie, ST mengatakan pihaknya siap mengawasi proses pemilu sampai tahapan yang sangat krusial yaitu pada 17 April mendatang. Dikatakannya, semua TPS masuk dalam kategori TPS rawan. Dimana berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan pihaknya, DPTb masih berada dibawah 50 persen, sedangkan untuk DPK masih ikut pergerakan. Yang mana pihaknya mensimulasikan dibawah 57,21 persen.

“Tanggal 14, 15 dan 16 kami terjunkan 150 tim patroli pengawasan anti politik uang. Hal ini untuk mengantisipasi kegiatan serangan fajar dari para caleg,” ungkapnya kepada media ini usai menghadiri Rapat Forkopimda Kota Sorong, di Ruang Anggrek, Senin (15/4).

Dijelaskannya, tim patroli pengawasan anti politik uang sudah bertugas sejak kemarin (minggu, red). Ini sesuai dalam Bawaslu RI dari sisi pertimbangan bahwa variabel money politik itu masih menjadi salah satu variabel utama yang dipakai oleh pelaksana dan peserta tim kampanye untuk mempengaruhi masyarakat pemilih untuk memilih mereka. “Variabel money politik itu masih tinggi, maka saya membentuk tim patroli ini dan saya sebagai komandannya,” ungkapnya.

Menurutnya, di tingkat bawah dirinya menempatkan 12 petugas untuk melakukan patroli di tingkat distrik. Selain itu, katanya, pihaknya akan mengerahkan pengawas TPS untuk ikut melakukan pengawasan. “Intinya semua kita libatkan untuk berkeliling di tingkat wilayahnya, di Kelurahan, RT/RW. Apakah masih ada pertemuan-pertemuan atau tidak, apakah masih ada pembagian sembako atau tidak dan pembagian uang. Kita memastikan pemilu di kota Sorong ini jangan sampai ada masyarakat datang ke TPS akibat diberikan atau dijanjikan sesuatu barang,” tegasnya seraya menambahkan dalam 1 hari sebanyak 45 kali melakukan patroli.

Sitambahkannya, pihaknya intensifkan malam hari untuk patroli tim pengawasan anti politik uang. Pihaknya juga sudah memetakan TPS rawan di Kota Sorong, salah satunya adalah satu TPS yang dekat di wilayah rumah kandidat caleg. Dalam masa tenang, katanya, jika ada peserta pemilu yang memberikan sesuatu barang atau uang itu pidananya tidak main-main yakni 4 tahun penjara dan denda 48 juta.

Anda mungkin juga berminat