Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Bandit Luar Kota Menyerbu Aimas, Dewan Adat Malamoi Gelar Koordinasi

0 374

Aimas, TN – Aksi kejahatan yang dalam beberapa bulan terakhir marak terjadi wilayah Kabupaten Sorong, ditengarai pelakunya adalah para bandit dari luar Aimas. Mereka beraksi dengan cara mencuri di dalam rumah atau merampas barang berharga milik masyarakat di tempat umum, mulai jalan raya hingga lorong-lorong sempit.

Kondisi itu memicu keprihatinan dari Dewan Adat Malamoi Sorong. Bertempat di ruang serbaguna Distrik Aimas, mereka mengundang aparat kepolisian, babinsa, lurah, RW, RT serta tokoh masyarakat untuk menggelar rapat koordinasi, Sabtu (10/8/2019).

“Karena keamanan wilayah ini bukan hanya tugas kepolisian, tapi menjadi tanggungjawab bersama. Makanya hari ini kami mengundang seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama, bagaimana menjaga Aimas kembali menjadi daerah yang aman dan nyaman,” kata Yohan Kalaibin, sekretaris Dewan Adat Malamoi kepada TeropongNews.com.

Langkah antisipatif itu mendapat apresiasi dari Kepala Distrik Sorong, Yuri Ssos. Menurutnya, tingkat kriminalitas di wilayah Aimas sudah pada tingkat meresahkan. Masyarakat umum sudah tidak merasa aman ketika mereka berjalan-jalan di tempat umum. Ketika situasi lengah, para begal beraksi merampas barang berharga milik warga.

“Namanya tindak kejahatan, sekecil apapun itu, kalau sudah meresahkan masyarakat, perlu segera ada tindakan nyata,” kata Yuri.

Untuk itu, Yuri menginstruksikan agar peran Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat (FKPM) dimaksimalkan lagi dengan memfungsikan kembali Pos Kampling yang ada di setiap RT dan RW. “Tupoksi FKPM adalah menyelesaikan gangguan keamanan di masyarakat,” katanya.

Sementara disampaikan Rumkey Lundungan, tokoh perempuan yang tinggal di Aimas Unit 1. Sejak tahun 70-an dia dan keluarganya tinggal di Aimas, baru akhir-akhir ini dirinya merasa terganggu ketika jalan kaki pulang menuju rumahnya di Jl Rambutan. Di simpang empat Jalur D yang menghubungkan Jl Cempedak, Jl Manggis dan Jl Rambutan, sering ada sekelompok anak-anak remaja yang mabuk minuman beralkohol, dan mengganggu pengguna jalan.

“Kalau anak-anak sini, mereka sudah tahu dengan saya, jadi tidak berani ganggu. Tapi ini yang saya lihat, wajahnya asing semua, bukan anak-anak sini yang suka mabuk dan minta-minta uang ke orang yang lewat,” kata Lundungan.

Menurutnya, pemicu dari tindak kriminal anak-anak itu adalah minuman keras yang saat ini dengan mudah diperoleh di Aimas. Pernyataan senada juga disampaikan Eko Handoyo, Babinsa Kelurahan Malawele. “Minuman keras adalah salah satu pemicu tindak kriminal. Makanya saya berharap peredaran miras di Aimas segera ditertibkan,” kata Eko.

Hariyanto, warga Jl Cempedak Jalur D Aimas mengatakan, beberapa waktu lalu dia sempat mengejar pencuri sepeda motor yang beroperasi di rumah tetangganya. Dua orang pencuri yang masih berusia remaja itu, diketahui sedang mabuk minuman beralkohol ketika aksinya kepergok warga. “Saya kejar itu, dia sempat lari sempoyongan dan masuk ke got. Tapi mereka dua berhasil lolos naik motor ke arah kota,” tandas Hariyanto.

Anda mungkin juga berminat