Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Bandara DEO Rusak Parah, Wali Kota Sorong Sedih dan Kecewa

0 494

Sorong,TN – Wali Kota Sorong Drs Ec Lambert Jitmau, MM sangat kecewa dan menyesali aksi anarkis yang dilakukan warga dengan merusak sejumlah fasilitas umum saat aksi demo, Senin (19/8/2019). Padahal, tidak seharusnya sejumlah obyek vital yang dibutuhkan publik, seperi bandara, menjadi sasaran amuk massa.

“Saya pribadi sangat sedih dan kecewa, karena fasilitas publik dengan sekejap mata hancur dan rusak parah. Saya sangat menyesal dengan aksi anarkis yang telah terjadi di Kota Sorong, seperti merusak bandara yang menjadi kebanggaan di tanah Papua. Perjuangan membangun bandara sangat sulit dan membutuhkan waktu, tapi dihancurkan dalam waktu sekejap. Fasilitas yang dibangun untuk pelayanan publik jangan dirusak,” ungkapnya saat ditemui di halaman Kantor Wali Kota, Selasa (20/8/2019).

Padahal kata Lambert, untuk menghadirkan bandara dengan standar nasional di Kota Sorong membutuhkan waktu yang sangat lama dan perjuangan yang tidak mudah.

Lebih lanjut Lambert mengatakan, masalah yang menimpa mahasiswa Papua yang ada di Surabaya dan Malang sekarang sudah menjadi persoalan nasional. Dimana Pemerintah Pusat harus segera memfasilitasi pertemuan antara Gubernur Papua, Gubernur Papua Barat dan Gubernur Jawa Timur untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini.

“Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat juga harus duduk bersama terlebih dahulu untuk selesaikan persoalan ini. Dan pemerintah pusat harus bisa memfasilitasi pertemuan untuk pimpinan di Papua, Papua Barat dan Jawa Timur,” bebernya.

Karena persoalan ini, kata Lambert, bukan persoalan Wali Kota atau Bupati. Pihaknya dalam hal ini siap mendukung apa yang akan dilakukan gubernur. “Masalah ini harus diselesaikan oleh gubernur bukan walikota atau bupati,” tegas Lambert.

Kota Sorong selama ini dikenal sebagai kota yang sangat heterogen dan sangat kondusif. Oleh karena itu, orang nomor 1 di Kota Sorong ini kembali menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di wilayah Kota Sorong untuk bergandengan tangan dan bersatu hati. Tanggalkan perbedaan persepsi dan tonjolkan persatuan. Perbedaan, katanya, merupakan modal utama untuk membangun negeri dan bangsa khususnya Kota Sorong.

“Aksi demo harus damai, apa yang mau disampaikan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait harus damai dalam menyampaikan aspirasi. Saya mohon dengan sangat jangan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan seperti pengrusakan dan anarkis. Menyelesaikan suatu masalah bukan dengan cara itu, duduk bersama dan bicara bersama untuk menyelesaikan masalah bersama,” himbaunya.

Tambah Lambert, kalau kota aman dan tertib maka semua bisa melaksanakan aktifitas dengan baik. Karena menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI-Polri saja, tapi tanggung jawab semua pihak.

“Kalau ada masalah jangan diperpanjang dan diperlebar, harus diperkecil dengan duduk sama-sama. Anak-anak asli Papua harus punya rasa memiliki apa yang sudah dibangun di tanah Papua dan memiliki rasa tanggung jawab. Jangan kita merusak apa yang telah kita bangun karena akan menjadi warisan untuk anak cucu,” tandasnya.

Anda mungkin juga berminat