Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Aparat dan Kepala Kampung Distrik Maudus Dilatih Tatacara Pengelolaan Keuangan

0 311

Sorong, TN – Tuntutan untuk membuat sistem pelaporan dan pengelolaan keuangan melalui aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), membuat aparat dan kepala kampung harus memiliki kemampuan secara mandiri melakukan hal tersebut.

Untuk memjawab tuntutan tersebut, sebanyak 48 orang yang terdiri dari aparat dan Kepala Kampung dari Distrik Maudus, mengikuti pelatihan tata cara penyusunan administrasi dan pengelolaan keuangan desa, di Balai Diklat Kabupaten Sorong.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama 5 hari, mulai Sabtu (7/12/2019) ini, mereka bukan hanya mendapatkan materi secara teori dari Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA P3MD), tapi sekaligus dipraktikkan.

Marchel Soselisa, Pendamping Lokal Desa Distrik Maudus. (Foto:Tantowi/TN)

“Kami bersepakat dengan masyarakat untuk mengadakan pelatihan ini. Kegiatan yang fokus pada pelatihan administrasi dan pengelolaan keuangan ini, sangat penting sekali, dan harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendapatkan hasil seperti yang diharapkan,” kata Marchel Soselisa, Pendamping Lokal Desa di Distrik Maudus.

Sesuai denagn amanat UU Desa, kata Marchel, kehadiran pendamping adalah membantu memfasilitasi aparat kampung dalam pengelolaan administrasi dan keuangannya. Dengan adanya aplikasi Siskeudes yang dikembangkan BPKP dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola keuangan desa, mengharuskan aparat kampung memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan penyusunan pelaporan keuangan.

“Makanya kami pendamping mengharapkan setelah mereka keluar dari pelatihan ini, mereka sudah bisa, minimal membuat administrasi sesuai dengan UU Desa, supaya pembukuan di kampung berjalan,” tandas Marchel.

Baca juga : https://www.teropongnews.com/tahun-2020-dana-desa-untuk-pengembangan-ekonomi-dan-sdm/

Diakui Marchel, sebagai pendamping lokal desa, selama dirinya melihat kemampuan aparat kampung dalam menyusun pelaporan penggunaan keuangan kampung, masih sangat kurang. Tak heran jika kemudian banyak aparat kampung di Kabupaten Sorong, yang pergi ke tempat pengetikan saat menyusun pelaporan.

“Degan latar pendidikan mereka yang seperti ini, harus dibuat pelatihan, supaya mereka memiliki kemampuan. Untuk di Maudus, selama ini kami dampingi. Tapi kami hanya sebatas mendampingi, karena yang membuat laporan adalah tugasnya bendahara,” kata Marchel.

Ditemui usai pembukaan pelatihan, Turino S.Ip, Kepala Bidang Pemerintahan Kampung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kampung Kabupaten Sorong menjelaskan, pelatihan terhadap aparat dan kepala kampung ini harus diberikan secara berkelanjutan, untuk mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.

“Tidak mungkin satu kali pelatihan kita sudah mendapatkan suatu hasil yang maksimal. Mereka memang harus selalu mendapatkan pelatihan secara berkelanjutan,” kata Turino.

Meski dari segi pendidikan mereka tidak tinggi, tapi untuk bisa menjadi aparat kampung yang memiliki kompetensi, mereka tidak boleh menyerah dalam belajar. Tidak boleh patah semangat, merasa gagal.

“Karena membangun SDM ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. Kita harus optimis, karena tanpa itu, berarti kita meyerah dan akan kalah. Melalui pelatihan sepert ini, kami yakin SDM aparat kampung akan bisa diandalkan, meskipun tingkat pendidikan mereka tidak tinggi. Dengan semangat dan komitmen yang baik, saya yakin bisa,” pungkas Turino. **

Anda mungkin juga berminat