Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Aniaya Siswa, Guru SMPN 7 Saparua Dipolisikan

0 122

Ambon, TN – Akibat menganiaya siswanya, Guru SMP Negeri 7 Saparua, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Yospina Kostantina Sapteno harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Yospina yang juga adalah Penjabat Kepala Desa Ouw Timur dilaporkan oleh orang tua siswa bernama, Martha Pelupessy, Kamis (31/1).

Bukan saja anaknya yang dianiaya, namun Yospina juga melakukan penganiayaan kepada sejumlah siswa-siswi kelas IX SMP Negeri 7 Saparua Timur.

Salah satu korban yang dianiaya oleh Yospina ialah Madha Thisya Pelupessy yang adalah anak dari Martha Pelupessy.

Martha kepada Teropongnews.com via telepon selulernya mengatakan, kejadian penganiayaan tersebut baru diketahui ketika anaknya Madha meminta minyak panas (minyak urut-red) dari dirinya untuk mengoles luka bekas cubitan Yospina, karena bekas cubitan itu luka dan sakit.

“Anak saya mengeluh sakit dan merasa demam sehingga dia minta minyak untuk gosok lukanya, Saya tanya itu kanapa, ternyata dia bilang itu dicubit guru Yospina karena tidak mengerjakan soal Matematika. Saya kaget juga kenapa guru bisa lakukan itu, bukannya guru hanya ditugaskan untuk mendidik,” kata Martha.

Martha menceritakan, kejadian penganiyaan yang terjadi pada Rabu 23 Januari 2019 sekitar Pukul 11.00 WIT itu kemudian dilaporkannya ke Polsek Saparua pada Kamis 24 Januari 2019 untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Namun yang anehnya, laporan tersebut tak langsung diproses karena berbagai alasan, hingga pada Kamis 31 Januari 2019, laporan itu baru diregistrasi oleh Polsek Saparua dengan Nomor STPL/05/01/2019/SPK, sk.

Tak hanya itu, kendati apa yang dilakukan oleh pelaku ini merupakan pelanggaran hukum, tetapi anehnya, ada upaya intervensi dari pihak-pihak tertentu ntuk melindungi pelaku dari permasalah ini, diantaranya Camat Saparua Timur, Halid Pattisahusiwa dan Kepala UPTD Saparua Timur, E M Saimima.

Hal ini terlihat, dengan kemunculan Camat di Kantor Polsek Saparua untuk mempertanyakan kejadian itu kepada korban dan keluarganya serta Kepala UPTD yang menyambangi pihak korban dirumahnya untuk meminta agar masalah ini dihentikan, sedangkan pelaku tak terlihat batang hidungnya.

Namun, intervensi dari Camat dan Kepala UPTD tak menyurutkan niat keluarga korban untuk memproses masalah ini hingga ke meja hijau, agar ada efek jera bagi pelaku.

“Saya sebagai orang tua korban tidak terima apa yang dilakukan pelaku terhadap anak saya. Ini penganiayaan dan sangat bertolak belakang dengan tanggungjawabnya sebagai seorang guru yang seyogyanya harus mendidik anak-anak, bukan menganiayanya. Anak kami ke sekolah untuk menuntut ilmu, bukan untuk dianiaya dan kejadian ini akan kami proses hukum sampai selesai,” tegasnya.

Kepala sekolah SMP Negeri 7 Saparua Timur, Sarce Sopacua yang dikonfirmasi terkait sikap arogan pelaku yang menganiaya para siswa-siswi di sekolah itu tak membantah dan membenarkan kejadian itu.

Sopacua juga menjelaskan, bahwa pasca kejadian ini dirinya langsung melaporkan ke Kepala UPDT. “Untuk kejadian itu, sudah saya lapor kejadian tersebut ke Kepala UPTD Saparua Timur, dan saya selaku penanggung jawab merasa malu atas kejadian tersebut. Semoga kedepan tidak ada lagi kejadian yang serupa di sekolah kami. Permasalahan hukum saya serahkan ke pihak berwajib saja,” ucap Sopacua.(*)

Anda mungkin juga berminat