Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Aniaya Anak Bawah Umur Oknum Caleg Golkar Ini Menginap di Hotel Prodeo

0 1.391

Sorong, TN – Oknum calon legislatif (caleg) Partai Golkar di Kota Sorong berinisial NA dijebloskan ke hotel prodeo Polsek Sorong Timur usai melakukan penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur berinisial AFR (16), Selasa (11/12).

Kuasa hukum korban, Moh Iqbal Muhidin SH yang ditemui dalam keterangan persnya di Polsek Sorong Timur mengatakan, pelaku melakukan pemukulan terhadap korban pada Senin (11/12) di salah satu warung di depan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model 388 Kota Sorong.

Awalnya, urai Iqbal, korban bersama teman-temannya mendatangi warung tersebut untuk membeli gorengan yang berdekatan dengan rumah pelaku. Kemudian korban bersama salah satu rekannya mengendarai motor pergi ke kios lain yang tidak jauh untuk membeli permen.

Saat dalam perjalanan, lanjutnya, ketika memasukan porsnelin, motor tersebut akan mati sehingga korban meninggikan gas motor agar hal itu tidak terjadi, sehingga suara motor terdengar agak keras namun sama sekali tidak bertujuan untuk membuat keributan.

“Setelah membeli permen dengan temannya, klien kami ini kembali ke warung untuk memakan gorengan yang telah dipesan. Tiba-tiba pelaku ini datang dan menanyakan siapa pemilik motor dan siapa yang mengendarai motor,”ungkap Iqbal usai mendampingi korban menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sorong Timur.

Ketika korban mengaku bahwa ia yang mengendarai motor, sambung Iqbal, pelaku langsung melayangkan tangan kanannya dengan keras ke bagian belakang kepala korban sebanyak tiga kali. Korban saat itu pusing dan nyaris pingsan. Untung saja, sebut Iqbal, korban yang masih duduk di kelas 1 salah satu SMK di Kota Sorong itu langsung ditarik salah satu rekan perempuannya.

Rekan korban bernama Fabila, lanjut Iqbal, berkata ke pelaku “Om jangan pukul-pukul saya punya adik begitu”.

Pelaku kemudian berteriak kepada korban dan rekannya dengan perkataan “Kenapa, kalau tidak senang silahkan telepon orangtua mu, saya tidak takut”.

Rekan korban langsung menghubungi orangtua korban guna memberitahukan kejadian tersebut.

“Setelah mendengar informasi itu, ayah dan ibu dari klien kami ini dengan secara persuasif mendatangi rumah pelaku untuk menanyakan perihal kejadian itu. Orangtua klien kami menyampaikan salam di pintu rumah pelaku, tapi tiba-tiba pelaku keluar dan berteriak “kenapa, saya yang pukul” kepada orang tua korban,”ungkapnya.

“Ayah korban kemudian katakan kepada pelaku bahwa yang ia pukul adalah anaknya. Karena tidak ada itikad baik dari pelaku, orangtua korban pun bergegas ke Polsek Sorong Timur untuk membuat laporan polisi (LP). Sesuai LP No. Pol : LP/671/XII/2018/PAPUABARAT/RES SORONG KOTA/ Sek-Sortim tanggal 11 Desember 2018, pelaku langsung diamankan ke tahanan Polsek Sorong Timur,”terang Moh Iqbal.

Iqbal menambahkan bahwa sesuai informasi dari Penyidik Polsek Sorong Timur, penyidik telah melakukan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tindak kekerasan terhadap anak pasal 80 ayat 1 junto pasal 76 C UU No.17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Pengganti UU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2002 oknum caleg Partai Golkar itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong.

Kuasa hukum lainnya yang mendampingi korban, Hasan Lessy SH mengaku sangat menyayangkan sikap pelaku yang sewenang-wenang melakukan tindak kekerasan terhadap korban yang masih di bawah umur.

“Dia ini kan Caleg, harusnya tidak bertindak premanisme seperti ini. Mau jadi anggota dewan untuk mewakili rakyat, tapi dengan anak-anak saja sikapnya samgat buruk. Harusnya kalau dia menilai ada yang salah, harusnya memberi nasehat, bukan memukul. Caleg seperti ini tidak patut untuk dipilih rakyat,”lugas mantan wartawan di salah satu media cetak lokal di Kota Sorong Kompetensi Utama Dewan Pers ini.

Sebagai kuasa hukum korban, pihaknya meminta Penyidik Kepolisian cepat memproses hukum pelaku dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan agar dapat disidangkan di meja hijau Pengadilan. Selain itu, pihaknya juga meminta Ketua DPD Golkar Sorong untuk mencopot pelaku dari status caleg.”Dia ini tidak patut jadi wakil rakyat !”tukasnya.

Sementara, Kapolsek Sorong Timur, AKP Junaidi Weken,S.I.K yang dikonfirmasi media ini membenarkan kasus tersebut. ” benar dan pelaku sudah ditahan,” ujarnya via seluler.

Anda mungkin juga berminat