Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Akibat Tanah Longsor Di Tambang Nikel Halmahera, 3 Karyawan PT. BPN Tewas

0 54

Ternate, TN – Akibat tanah longsor di tambang nikel di Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Minggu (10/3) sekitar pukul 03.00 WIT, menyebabkan 3 orang karyawan PT. Bakti Pertiwi Nusantara (BPN) yang mengoperasikan tambang tewas.

Ketiga karyawan subkontraktor PT BPN yang ditemukan meninggal adalah Bayu Hendra Togo (25) warga Fritu; Anto Pipa (31) warga Desa Waleh, Halmahera Tengah; dan Yusuf Lini (40) asal Toraja, Sulawesi Selatan.

Sementara korban selamat adalah Novian Sumampau (29) warga asal Manado, Sulawesi Utara, yang sudah diterbangkan ke kota asal untuk perawatan medis pada Minggu.

Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Andri Harianto menjelaskan, saat bencana tanah longsor terjadi, ada sekitar 12 orang karyawan tambang nikel PT BPN.

Para pekerja subkontraktor itu naik ke Gunung Moro-Moro pada Sabtu (9/3) malam untuk melakukan penggarukan biji nikel. Namun ketika pekerjaan sedang dilakukan, hujan deras turun.

Saat itulah terjadi longsor dan akibatnya dua orang operator excavator serta dua orang pekerja lainnya tertimbun material. Seorang berhasil ditemukan seketika, sementara satu operator lainnya sempat dinyatakan hilang.

“Salah satu korban lainnya yang dikabarkan hilang tertimbun tanah longsor itu sudah ditemukan oleh tim evakuasi pada Senin pagi, pukul 08.00 WIT,” kata Andri saat dihubungi Teropongnews.com, dari Ternate, Kamis (14/3) sore.

Menurut dia, sejauh ini belum diketahui pasti penyebab tanah longsor. Enam orang saksi yang berada di lokasi kejadian mengatakan, longsor terjadi saat cuaca hujan deras.

“Keenam saksi yang sudah diperiksa ini seluruhnya adalah karyawan PT BPN yang shift malam. Yang naik (ke gunung) untuk pekerjaan malam,” kata Kapolres.

Dia mengaku, pemeriksaan terhadap para saksi yang berlatar karyawan PT BPN tersebut adalah untuk mencari tahu standar prosedur (SOP) pertambangan di sana.

“Yang dimulai dari pemeriksaan saksi-saksi (karyawan PT BPN) yang ada saat kejadian. Baru setelahnya kami akan periksa pihak manajemen,” tandas Andri.

Anda mungkin juga berminat