Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Akibat Gempabumi Beruntun, Anak Bos Toko Buyung Hoki Passo MD, Dua Warga Luka-Luka

0 108

Ambon, TN – Gempabumi beruntun dengan kekuatan masing-masing 5,2 Skala Richter (SR), 4,6 SR, 3,6 SR, 3,2 SR, 3,1 SR, dan 3,8 SR pada Kamis (10/10) siang, mengakibatkan seorang warga yang adalah anak pemilik Toko Buyung Hoki yang berada di Kawasan Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon bernama Vinsen Yonatan Ananto (13) meninggal dunia.

Sementara 2 orang lainnya mengalami luka-luka yang cukup serius.
Salah seorang siswa SMP Negeri 10 Negeri Lama, Kecamatan Baguala, Kota Ambon harus dirawat intensif di rumah sakit, lantaran tertimpa batu dibagikan kepala.

Sementara salah seorang warga Passo bernama Rido Maitimu, terkena reruntuhan bangunan saat berada di dalam gereja di desa setempat, namun sudah berhasil ditangani.

Untuk diketahui, gempabumi beruntun dengan kekuatan masing-masing 5,2 Skala Richter (SR), 4,6 SR, 3,6 SR, 3,2 SR, 3,1 SR, dan 3,8 SR pada Kamis (10/10) siang membuat warga panik karena takut tsunami.

Pantauan Teropongnews.com, bukan saja warga, Aparatur Sipil Negera (ASN) di gedung DPRD Provinsi Maluku berhamburan keluar dari kantor berlantai V tersebut.
Pantauan Teropongnews.com, saat gempabumi bermagnitudo 5,2 SR pada pukul 13.39 WIT terdengar gemuruh seperti ombak disertai badai, dan terlihat gedung kantor wakil rakyat itu bergoyang sangat kencang.

Bersamaan dengan itu, ratusan ASN berhamburan keluar dari gedung, dan memilih untuk tetap berada diluar, bahkan ada ASN yang memilih untuk pulang, karena gempabumi saling susul menyusul.

“Kami sangat kaget, karena datangnya tiba-tiba. Karena takut, kami memilih untuk berlari keluar dari gedung. Jujur saja, gempabumi ini termasuk sangat besar,” kata Dani Siahaya salah seorang ASN di Kantor DPRD Provinsi Maluku.

Sementara itu, Ricardo Lesnussa, salah seorang wartawan yang melakukan tugas di DPRD Provinsi Maluku mengaku, saat gempabumi menguncang, dirinya bersama rekan-rekannya sementara membahas untuk mewawancarai anggota DPRD Provinsi Maluku, terkait dengan penanganan pengungsi.

“Belum sempat dibahas, tiba-tiba gedung ini berguncang begitu kencang, sehingga kami lari untuk menyelamatkan diri,” tandas dia.

Anda mungkin juga berminat