Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Akademisi: Konflik Antar Gubernur dan Wagub Malut Semakin Tunjukan Keretakan Hubungan

0 71

Ternate, TN – Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Dr. Helmi Alhadar menilai, konflik yang terjadi antara Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba dan Wakil Gubernur, M. Al. Yasin Ali saat acara pelantikan pejabat eselon II di Kota Ternate, Senin (16/3), semakin menunjukan keretakan hubungan keduanya, yang memang awal pelantikan sudah mulai terlihat.

Dia menilai, keretakan hubungan ini sebagai akibat dari kurangnya komunikasi yang terbangun antara keduanya. Apalagi, ditambah dengan kepentingan pihak lain, sehingga semakin memperkeruh suasana.

“Saya melihat, seperti Wagub sudah mulai menyadari jika posisinya yang terus melemah, karena tidak memiliki pengaruh untuk menempatkan pejabat yang ingin diakomodir,” kata Helmi kepada wartawan, di Ternate, Rabu (18/3).

Namun demikian, Helmi sangat menyayangkan sikap yang ditunjukan oleh Wagub Malut. Pasalnya, reaksi itu tidak perlu ditunjukan di depan publik, apalagi keduanya merupakan panutan lantaran dipilih oleh masyarakat.

“Pemerintah pusat dan daerah sementara dipusingkan dengan merebaknya Virus Corona (COVID-19), kan sangat disayangkan jika konflik ini terjadi, disaat adanya ketakutan dari masyarakat,” tandas dia.

Untuk diketahui, Wakil Gubernur Maluku Utara Al Yasin tiba-tiba mengamuk saat acara pelantikan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Kericuhan terjadi ketika Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba memberikan sambutan di hadapan 11 pejabat yang dilantik di Kota Ternate, Senin (16/3).

Tiba-tiba, Wagub Al Yasin masuk ke ruangan pelantikan sembari mengamuk. Ia beberapa kali menunjuk Gubernur Abdul Gani yang sedang memimpin acara pelantikan. Ternyata, Al Yasin kesal karena tak diberi tahu pemindahan lokasi pelantikan 11 pejabat eselon II itu.

Anda mungkin juga berminat