Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ajak Umat Tingkatkan Ukhuwah, PCNU Kabsor Gelar Pengajian Akbar

0 139

Aimas, TN – Seluruh umat muslim di wilayah Sorong Raya, jangan mudah terbawa arus kelompok radikal yang belakangan ini secara masif bergerak mengatasnamakan agama. Jika ada sekelompok orang mengajarkan dan mengajak untuk bertindak kekerasan dengan menyebutnya sebagai jihad fi sabilillah, sebaiknya diteliti lebih jauh agar tidak gampang terpapar ajaran tersebut.

Demikian disampaikan KH Thobary Syadzili, Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Jerman, saat hadir memberikan tausyiah dihadapan ratusan warga NU Kabupaten dan Kota Sorong, serta jamaah Majelis Ta’lim Sorong Raya saat Pengajian dan Tahlil Akbar memperingati hari ketujuh wafatnya Mustasyar PBNU, Syaikhona KH Maimoen Zubair. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.00 Wit di Kampung Maibo Klalin 4 Distrik Aimas itu, digelar keluarga besar PC NU Kabupaten Sorong, Senin (12/8/2019).

Sejumlah kekerasan yang mengatasnamakan agama yang telah terjadi, menjadi bukti kuat bahwa gerakan radikalisme agama di Indonesia tak bisa dipandang remeh. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama mengingat Islam saat ini sering distigmakan sebagai sarang teroris dan ‘penjahat agama’. Kesucian agama sudah mulai tercemar akibat tindakan yang mengatasnamakan jihad fi sabilillah

Dalam catatan sejarah, agama menjadi senjata yang ampuh untuk membakar amarah dan emosi masyarakat. Apalagi masyarakat akar rumput (grass root) yang pemahaman mereka terhadap ajarannya masih sangat minim. Ketika pemahaman yang dangkal itu ditaburi sedikit saja dengan ideologi jihad yang menggiurkan, emosi mereka langsung terbakar. “Ini yang patut diwaspadai. Jangan mudah terpapar,” tandasnya.

Abdul Salam, Ketua GP Ansor Kabsor yang juga koordinator lapangan kegiatan itu menjelaskan, selain menjabat Mustasyar PCI NU Jerman, KH Thobary Syadzili juga tercatat sebagai Pengurus Pusat Lembaga Dakwah PBNU. “Kami sengaja mengundang beliau ke sini, untuk menyampaikan pesan-pesan damai kepada umat Islam di Sorong,” kata Abdul Salam.

KH Thobary Syadzili yang juga cicit dari Syaikh Nawawi Albantani itu, memberikan ijazah kubro kepada seluruh umat muslim yang hadir, berupa Sholawat Al-Fatih. Di kalangan warga NU, sholawat al-Fatih adalah salah satu lafadz shalawat yang masyhur diamalkan. Sholawat ini dinisbahkan kepada dua orang wali besar, yakni Sulthan al- Awliya` Wa Ghautsul al-Rabbaniy Syaikh Imam ‘Abdul Qadir al-Jilaniy dan yang kedua kepada Quthub al-Awliya Syaikh Imam Abul Hasan Muhammad al-Bakriy.

Selain di isi tausyiah, pengajian akbar itu juga dilaksanakan istigotsah dan tahlil untuk mendoakan Syaikhona KH Maimoen Zubair. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 16.0 Wit itu, mendapat pengamanan dari ratusan sahabat Banser Kabsor.

Anda mungkin juga berminat