Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

9 WNI Asal Sorong Yang Dikarantina Di Natuna Sehat, Masyarakat Tak Perlu Khawatir

0 826

Sorong, TN- 238 warga negara Indonesia (WNI) yang dikarantina selama 14 hari di Natuna Kepulauan Riau, setelah dipulangkan dari Wuhan China, dinyatakan dalam kondisi baik dan sehat. Kini mereka semua diperbolehkan pulang ke daerahnya masing-masing.

Dari 238 WNI yang dipulangkan dan kemudian dikarantina di Natuna, terdapat juga 9 orang mahasiswa asal kota Sorong Papua Barat.

Kepala Kantor Perwakilan Papua Barat di Jakarta, Juliana Maitimu, kepada teropongnews.com, Sabtu malam (15/2) via telepon Jakarta-Sorong membenarkan dari 238 WNI tersebut, 9 orang diantaranya adalah Mahasiswa asal Sorong yang kuliah di Wuhan China.

“Iya benar, sembilan orang dari dua ratus tiga puluh delapan WNI itu adalah mahasiswa asal Sorong. Mereka ini kuliahnya di Wuhan China, mereka dipulangkan dari Wuhan karena mereka ini ada dalam keadaan sehat, tidak positif terinfeksi virus korona,” ujar Juliana Maitimu.

Dikatakan, kesembilan mahasiswa tersebut, saat ini sudah menjadi tanggungjawab pemerintah provinai Papua Barat setelah diserahkan oleh Kemendagri di Halim Perdana Khusuma Jakarta.

“Mereka sembilan (mahasiswa) sekarang sudah ada bersama kami, setelah selesai makan malam, kami langsung menuju bandara, jadi kami berangkat malam dari Jakarta dan tiba di Sorong minggu pagi,” tandasnya.

Dikatakan, setelah tiba di bandara DEO Sorong, kesembilan mahasiswa tersebut, langsung diserahkan kepada dinas kesehatan provinsi Papua Barat dan dinas Kesehatan kota Sorong.

Juliana Maitumu berharap, dengan kepulangan kesembilan mahaswa itu, selepas menjalani karantina selama 14 hari di Natuna, masyarakat dan tetangga tidak perlu khuatir, karena kesembilan mahasiswa ini, semuanya dalam keadaan sehat, tidak terinfeksi virus korona.

“Terkait kepulangan kesembilan mahasiswa ini, masyarakat tidak perlu cemas, karena mereka semua ada dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi atau negatif virus korona. Jadi masyarakat maupun tetangga tidak perlu mengucilkan mereka,” tegas Maitimu.

Menurutnya, pemulangan mahasiswa tersebut ke kota Sorong tidak ada prosesi seremonial terkait kepulangan mereka.

“Jadi perintah dari Kemendagri itu, kepulangan WNI ke daerahnya masing-masing tidak ada dilakukan penyemputan secara seremonial. Hal itu hanya untuk menghindara informasi hoax yang akan mengkredilkan mereka di tengah masyarakat,” tandasnya.

Anda mungkin juga berminat