Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

9 Oknum Anggota Polisi Polda Maluku Dipecat Dengan Tidak Hormat

0 81

Ambon, TN – Kapolda Maluku, Irjen Polisi Royke Lumowa, memecat 9 oknum anggota Polri di jajaran Polda Maluku Secara Tidak Hormat. Pasalnya, mereka terbukti bersalah melakukan perbuatan asusila, lari dari tugas (desersi), dan menelantarkan anak.

Proses pemberhentian sebagai anggota Polri secara resmi dilakukan melalui upacara Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH), yang berlangsung di Lapangan Polda Maluku Letkol CHR. Tahapary, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (18/1) pagi.

Sembilan oknum yang dipecat masing-masing, 6 orang bertugas di Polda Maluku, 2 di Polres Maluku Tengah dan 1 di Polres Maluku Barat Daya (MBD).

Di Polda Maluku ada Aiptu Indra Tri Sucahyo dan Brigpol Mahdi Alhabsi. Keduanya bertugas di satuan Bidang Propam. Aiptu Indra melanggar Pasal 14 huruf (a) dan Brigpol Mahdi Pasal 24 huruf (a) PPRI nomor 1 tahun 2003 tentang desersi.

Sementara 4 lainnya bertugas di Satuan Brimob Polda Maluku. Diantaranya Brigpol Zeth Ballry. Dia melanggar Pasal 11 (d) Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2011 tentang penelataran anak.

Sedangkan 3 lainnya, melanggar Pasal 14 huruf (b) PPRI nomor 1 tahun 2003 tentang desersi. Adalah Briptu Abdul Haris dan Bripda Muh Saldy Tuasalamony, serta Brigpol I Ketut Sukertia yang melanggar Pasal 14 huruf (a).

Selain oknum Polda Maluku, PTDH juga dialami 2 anggota Polres Maluku Tengah. Yaitu Brigpol A.M. Lestaluhu yang melanggar Pasal 14 huruf (b) PPRI nomor 1 tahun 2003 tentang desersi, dan Briptu Fransye Latuny melanggar Pasal 11 huruf (c) dan (d) Peraturan Kapolri tahun 2011 tentang asusila.

Seorang lainnya yang di PTDH adalah Brigpol Yaman Galela. Anggota Polres MBD ini dipecat karena melanggar Pasal 11 huruf (c) dan (d) Peraturan Kapolri tahun 2011 tentang asusila.

Proses upacara PTDH secara simbolis dilakukan Kapolda terhadap 6 oknum anggota Polda Maluku yang berlangsung di Kota Ambon. Sementara 3 lainnya, PTDH dilakukan di wilayah hukum masing-masing pada hari yang sama.

Dalam proses pemecatan di Kota Ambon, Kapolda Maluku membacakan surat keputusan PTDH. 6 oknum Polda Maluku tidak dihadirkan. Hanya saja foto mereka yang dihadirkan, kemudian dibawa mengelilingi lapangan upacara untuk disaksikan seluruh pejabat utama dan personel Polda Maluku.

“Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dilakukan terhadap sembilan. Tiga di Polres Maluku Tengah dan MBD. Disini ada enam,” kata Kapolda Maluku kepada wartawan, usai upacara PTDH.

Menurutnya, PTDH dilakukan setelah 9 oknum tersebut melakukan pelanggaran berat yang terjadi sekitar 2 sampai 3 tahun lalu. Karena belum adanya kejelasan administrasi, maka PTDH baru dilakukan hari ini.

“Karena belum ada kejelasan administrasi mereka di PTDH atau tidak, saya bilang PTDH,” ungkapnya.
Kapolda mengaku, selain 9 oknum tersebut, terdapat juga beberapa anggota yang akan di PTDH.

Diantaranya kasus narkoba di tahun sebelumnya yang sudah inkrah, termasuk pembunuhan di tahun 2018.
“Ada kasus meninggalnya orang karena dia (oknum polisi) mabuk, main-main rolet senjata, itu juga lagi di proses dalam waktu dekat kita juga akan PTDH.

Kasus narkoba yang sudah inkrah pidana umumnya akan diproses. Yang sudah benar, cocok sesuai aturan, kita tidak akan ragu ragu lakukan PTDH,” tandas Kapolda.(*)

Anda mungkin juga berminat