Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

6 Murid SD Di Sorong Keracunan Usai Konsumsi Jajanan Permen

0 1.732

Sorong, TN- 6 murid SD Inpres 109 Kota Sorong diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi permen bergambar tokoh cartoon Doraemon, Jumat (24/01). Para pelajar ini merasakan gejala seperti pusing dan mual sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Sele Be Solu untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut keterangan yang diberikan oleh salah satu korban yang berinisial Ag, permen tersebut diberikan oleh salah satu teman sekeleasnya yang berinisial Sa.

“Dia ada bawa 7, dibagi ke teman-teman semua,” kata Ag yang ditemui di RSUD Sele be Solu, Jumat (24/1).

Dikatakan Ag, setelah itu ia bersama 5 temannya yang lain kemudian mengkonsumsi permen bergambar doraemon itu. Namun, Sa tidak ikut mencicipi permen tersebut.

“Tadi sisa 3, teman saya makan dua dan saya cuma makan satu. Waktu kasih masuk dalam mulut, permen itu rasanya pahit sekali, disitu sudah baru kita muntah-muntah,” jelas Ag.

Menurut Ag juga, Sa menyampaikan padanya kalau permen itu ia beli di salah toko grosir permen yang berlokasi tidak jauh dari sekolah mereka.

Sementara itu, Yati yang merupakan staf di SD Inpres 109, mengatakan bahwa permen tersebut dikonsumsi sejumlah anak murid setelah senam pagi.

“Anak ini (Sa) sudah beli sebelum masuk ke lingkungan sekolah. Jadi selesai senam, dia langsung bagi ke teman-temannya. Permennya bentuk kotak-kotak begitu. Jadi Ada yang makan satu, ada juga yang makan dua,” jelas Yati yang juga ditemui di RSUD Sele be Solu.

Lanjut Yati, setelah mengkonsumsi permen itu, para murid langsung mengeluh mual dan pusing. Setelah itu barulah satu -persatu murid mengalami muntah-muntah.

“Setelah anak-anak muntah, kita langsung kasih minum mereka susu beruang, baru bawa mereka ke batalyon. Tapi karena disana ada acara, kita bawa lagi ke Puskesmas Klasaman. Disitulah baru kita diarahkan ke Rumah Sakit Sele be Solu sini,” jelas Yati.

Menurut Yati, setelah dilakukan penanganan medis, dokter hanya menyampaikan kalau korban hanya mengalami pusing dan mual.

Namun kata Yati, karena penyebab mual dan pusingnya para korban belum dipastikan, pihaknya berupaya melakukan pemeriksaan terhadap permen itu di laboratorium.

Anda mungkin juga berminat