Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

4 Pelaku Pembacokan Anggota TNI Diringkus, 3 Diantaranya Masih Dibawah Umur

0 358

Sorong, TN – Satuan Reserse Kriminal Polres Sorong Kota  berhasil membekuk empat tersangka pembacokan anggota TNI beberapa waktu lalu. Masing-masing tersangka berinisial DT (18), PC (16), MYM (16), dan AVS (17).

Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Syarifur Rahman menjelaskan, keempat tersangka ditangkap di rumah mereka masing-masing di jalan Bangau I, komplek Aspen, kota Sorong pada 22 Oktober 2019.

“Kita bekerjasama dengan TNI dalam penyelidikan ini sehingga keempat pelaku berhasil kita tangkap, dengan barang bukti berupa 1 unit motor Honda Scoopy dan 1 buah parang, sementara barang bukti handphone masih kita cari. ”jelas Syarifurrahman saat menggelar press release di Mapolres Sorong Kota, Rabu (04/12).

Syarifurrahman menuturkan dari 4 tesangka yang sudah diamankan, terdapat 1 orang tersangka berinisial RA yang masih dalam pengejaran.

empat tersangka pembacokan yang sudah diamankan. Foto: Mega

“Sampai saat ini RA sendiri belum diketahui keberadaannya dan kami masih melakukan pengejaran. Kelima tersangka ini sudah sangat sering melakukan kegiatan yang meresahkan warga, bahkan sudah ada 9 Laporan Polisi (LP) yang mereka lakukan. Diantaranya 8 LP di Polres Sorong Kota dan 1 LP di Polsek Sorong Timur,”ungkapnya.

Diceritakan Syarifur Rahman, Pembacokan tersebut terjadi di jalan F. Kalasuat Malanu, kota Sorong. Dimana pada saat itu Daniel bersama rekannya dari arah kios anda menuju komplek Aspen tiba-tiba dicegat oleh 5 orang pelaku yang sedang dalam pengaruh minuman keras.

Saat korban berhenti, pelaku DT lalu mencabut kunci motor korban dan langsung meminta uang. Disaat bersamaan, Anak Berurusan Hukum (ABH) PC berdiri di sebelah kiri motor korban sambil memegang parang dan ABH MYM berdiri dibelakang motor korban. Sementara  ABH AVS dan pelaku RA (DPO) mengawasi situasi  dari jarak 5 meter.

“Karena merasa terancam, korban kemudian lari untuk menyelamatkan diri namun dikejar oleh PC dan MYM. Sambil mengejar korban, PC mengayunkan sebilah parang kearah korban hingga mengenai kepala bagian atasnya dan menyebabkan korban terjatuh ke aspal,”kata Syarifurrahman.

Tidak sampai disitu, sambungnya, korban kembali dipukul sebanyak 2 kali oleh MYM dengan menggunakan tangan kosong dan mengenai rahang korban. Belum juga cukup, korban yang berusaha bangkit berdiri dan lari masih dikejar oleh pelaku PC dan MYM.

Saat korban terpojok, PC kembali mengancam korban dengan menggunakan parang sambil MYM meraba dan mengambil HP milik korban

Tidak hanya mengania korban, rekan korban yang bernama Fernando juga dianiaya oleh DT namun Fernando lari menyelamatkan diri kearah malanu kios anda dan meminta pertolongan warga sekitar.

Karena melihat warga dari arah Malanu kios anda sudah berdatangan, para pelaku kemudian mengambil sepeda motor milik korban dan berhasil melarikan diri.

“yang kita terapakn terhadap salah satu pelaku yang dewasa adalah pasal 365 dengan ancaman 9 tahun penjara. Sedangkan untuk yang anak-anak kita terapkan Undang-undang perlindungan anak. Terhadap 8 LP ini juga ada pasal 363 kasus Curanmor, namun sifatnya hanya merusak rumah kunci motor dengan menggunakan kunci T dan belum sempat membawa motor tersebut,”pungkas Syarifur Rahman.

Anda mungkin juga berminat