Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

33 Anggota DPRD Maluku Sudah Lapor LHKPN, Sekwan: 12 Orang Yang Belum

0 60

Ambon, TN – 33 Anggota DPRD Provinsi Maluku yang sudah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jadi, sudah ada 33 Anggota DPRD Provinsi Maluku yang melaporkan LHKPN. Sementara ada sekitar 12 orang yang belum melaporkan,” kata Pelaksana tugas (PLT) Sekretaris DPRD Provinsi Maluku, Bodewin Wattimena kepada Teropongnews.com, di Ambon, Selasa (25/6).

Pihaknya, kata Wattimena, akan tetap mendesak anggota yang belum melapor LHKPN untuk segera melakukannya.

“Sekarang persoalannya, yang belum melaporkan itu, semuanya tidak terpilih lagi,” tandas dia.

LHKPN memiliki dasar hukum sehingga penyelenggara negara wajib melaporkan LHKPN mereka. Pertama adalah Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

Dasar hukum lainnya adalah Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor: KEP.07/KPK/02/2005 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pemeriksaan dan Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara.
Atas dasar hukum-dasar hukum tersebut, setiap Penyelenggara Negara wajib untuk bersedia diperiksa kekayaannya, baik sebelum menjabat, selama menjabat atau bahkan setelah menjabat. Penyelenggara negara juga wajib melaporkan harta kekayaannya pada saat pertama kali menjabat, mutasi, promosi, pensiun dan juga wajib dalam menginformasikan harta kekayaan.

Anda mungkin juga berminat