Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

2,5 Tahun Beroperasi, Petrogas Akhirnya Lakukan Pengeboran Perdana di Walio

0 928

Aimas, TN – Sejak resmi beroperasi di Wilayah Kerja Kepala Burung yang berlokasi di Kabupaten Sorong pada 1 Januari 2016, RH Petrogas Limited melalui Petrogas (Basin) Ltd akhirnya memulai pengeboran perdana di Rig Walio 318, Jumat (2/8). Hasil produksi migas itu diharapkan bisa menstabilkan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua dan Papua Barat.

Ini merupakan tonggak sejarah sejak perusahaan tersebut menggantikan posisi PetroChina dalam mengeksploitasi migas di Kabupaten Sorong 2,5 tahun yang lalu. “Harapan kami minyak dari pengeboran ini bagus hasilnya, sehingga bisa menambah kapasitas produksi dan memberikan dampak pada ketahanan energi di Sorong Raya, khususnya Kabupaten Sorong,”ujar Afar Mbai,  Field Operation Manager Petrogas.

Dengan kondisi ketahanan energi yang baik, kata Afar, diharapkan juga berdampak pada pasokan kelistrikan di wilayah Kabupaten Sorong yang dilakukan Petrogas melalui Perusahaan Daerah Malamoi Olim Wobok, berjalan maksimal. “Tidak ada lagi pemadaman listrik yang disebabkan minimnya pasokan bahan bakar,” tandas Alumnus Universitas Indonesia ini.

Petrogas (Basin) Ltd sebagai operator Wilayah Kerja (WK) Kepala Burung, memiliki wilayah operasi di Kabupaten Sorong. Perusahaan ini merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) yang dalam melaksanakan operasinya berada dalam pengawasan dan pengendalian Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Di blok ini, Petrogas (Basin) Ltd. mengoperasikan dua fasilitas produksi, yakni fasilitas produksi Kasim Marine Terminal (KMT) untuk produksi minyak mentah yang berasal dari Lapangan Walio, Wakamuk, Cendrawasih, dan Jaya serta di Arar Gas & LPG Plant untuk produksi gas dari Lapangan Arar dan Klalin. Selain itu, RH Petrogas Limited juga memiliki partisipasi sebesar 33 % di blok Salawati Kepala Burung, Papua Barat

Sementara menurut Troy, perwakilan dari SKK Migas Pamalu, penemuan cadangan migas di suatu daerah, sudah selayaknya menambah ketersediaan cadangan BBM pada daerah tersebut. “Khusus untuk daerah Papua dan Papua Barat, minyak yang diolah menjadi BBM dihasilkan dari Kasim Marine Terminal. Sekarang dengan adanya pengeboran di Walio ini,  semoga bisa menambah produksi UBBM untuk kedua wilayah ini,” katanya.

Acara pengeboran perdana di sumur Walio 318 itu disambut baik oleh Pemkab Sorong. Bupati Johny Kamuru SH MSi yang hadir langsung dalam kegiatan itu mengatakan, Kabupaten Sorong sebagai daerah penghasil migas, pemerintah daerahnya senantiasa memberikan dukungan kepada perusahaan eksplorasi migas yang ada di Kabsor. Selain Bupati, pejabat daerah yang terlibat dalam kegiatan itu adalah Asisten III Klaas Osok Ssos. MSi, Kepala Dinas Perumahan Hendrik Momot, Kepala Dinas Dukcapil Olden Makpal, Kapolsek Seget, Dandramil Seget serta Kabag Humas Kabupaten Sorong.

“Karena kehadiran perusahaan migas seperti Petrogas (Basin) yang telah mengoperasikan fasilitas Kasim Marine Terminal untuk memproduksi migas di Arar dan Klalin, telah memberikan dampak positif terhadap pembangunan wilayah di Kabupaten Sorong,” kata Bupati.

Anda mungkin juga berminat