Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

20 Usaha Pencucian Galian C Di Kota Sorong “Bermasalah”, Tanpa Ijin!

0 95

Sorong,TN- Sekitar 20 usaha pencucian galian c yang ada di Kota Sorong “bermasalah”. Dinilai bermasalah, karena usaha pencucian galian C tersebut beroperasi tanpa mengantongi ijin usaha dari Kantor Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan tidak memiliki ijin lingkungan dari Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Sorong.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sorong Julian Kelly Kambu. Foto Ila/TN.

“Beberapa hari lalu, kami melakukan inspeksi awal dan tinjau langsung di lapangan ke beberapa usaha pencucian galian C. Dan dari hasil sidak, sekitar 15 sampai 20 usaha pencucian galian c bermasalah, karena tidak memiliki ijin baik dari PTSP maupun dari DLH,” ungkap Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Sorong Julian Kelly Kambu kepada awak media, di Kantor Wali Kota, Rabu (20/6).

Dijelaskannya, dulu pihaknya sudah pernah menutup usaha pencucian galian c yang ada di jalan arteri. Namun kemudian ada beberapa yang pindah ke belakang PLTD Klasaman. Menurutnya, sepanjang endapan atau limbah galian Ctidak masuk kedalam saluran drainase itu tidak masalah, tapi sejauh ini limbah mereka langsung di buang ke drainase.

“Yang bermasalah yaitu usaha pencucian galian C, karena limbahnya yang masuk ke saluran drainase. Contohnya, limbah Pencucian galian C yang masuk ke saluran mulai dari kolam buaya, kemudian endapan dibawah ke kampung bugis, jupiter dan sampai di PLTD Klasaman. Sehingga mengakibatkan air tidak bisa mengalir dan mengakibatkan banjir,” ujarnya seraya menambahkan pihaknya sudah memberikan peringatan kepada 15 usaha pencucian galian C.

“Kita sekarang masih proses pembinaan. Kalau tidak bisa dibina ya kita binasakan, dari pada pemerintah terus disalahkan,” imbuhnya.

Lanjut dijelaskan, endapan galian C merupakan salah satu penyebab banjir di Kota Sorong. Kemudian penyebab lain yaitu saluran drainase yang tidak sesuai. Sehingga dari sisi lingkungan merekomendasikan agar semua saluran drainase yang ada di Kota Sorong harus diperbaiki karena dianggap tidak efektif, supaya air bisa mengalir dari mana kemana dan bermuara dimana. Selain itu, pembersihan drainase juga harus dilakukan.

Menurutnya, dalam penertiban, pihaknya tidak tebang pilih dalam memberikan teguran maupun peringatan. Pihaknya akan menutup tempat usaha pencucian galian C apabila tidak memiliki ijin dari Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Kalau memiliki ijin, maka itu menjadi komitmen antara pengusaha dan Pemda. Ketika mereka bekerja tidak sesuai dengan ijin maka bisa dikenakan sanksi administrasi dan sanksi pidana.

Karena berdasarkan UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sudah sangat jelas, yakni bagi pelaku usaha yang tidak melakukan usaha tanpa disertai ijin lingkungan maka dapat dikenakan sanksi pidana.

“Beberapa yang kami sidak tidak memiliki ijin. Namun sejauh ini masih terus dibina apakah mau berubah atau tidak. Pemerintah tidak melarang orang berbisnis di Kota Sorong, tapi untuk berbisnis terlebih dahulu harus mengurus ijin, jangan main asal buka usaha tanpa ijin.

Karena kalau tidak memiliki ijin, enak dimereka dan tidak enak di Pemerintah Daerah karena akan berdampak pada penerimaan PAD,” tandas Kelly.

Anda mungkin juga berminat