Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Diduga 6 Bulan Belum Tuntaskan Klaim Nasabah, PT. Asuransi Jasindo Sorong Dinilai Tidak Profesional

0 334

Sorong, TN- Kewajiban para pemegang polis asuransi kendaraan adalah membayar semua premi yang sudah ditetapkan secara berkala sesuai ketentuan.
Di samping itu, mereka pun wajib menaati tata tertib, ketentuan dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh pihak perusahaan.

Sementara itu, hak mereka sendiri adalah memperoleh layanan dan uang pertanggungan apabila mobil mengalami kerusakan atau hilang.

Masalahnya adalah, ada kalanya ketika kewajiban sudah dijalankan tapi hak tidak didapatkan dengan maksimal sehingga keluhan pun harus disampaikan.

Hal ini pula yang dialami oleh PT. Akam yang beralamat di Jl. A. M Sangadji Gonof, Kelurahan Klasama Sorong Timur Kota Sorong Papua Barat.

Menurut Direktur PT. Akam, Amerthina Udiata, kepada teropongnews.com, Jumat (5/7), menyampaikan rasa kecewanya terhadap PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Cabang Sorong, salah satu Asuransi yang menangani kenderaan roda empatnya ketika mengalami kecelakaan sekitar 6 bulan lalu, setelah pihaknya melakukan klaim asuransi.

Dikatakan, kecelakaan mobil itu terjadi sekitar bulan Desember 2018 lalu, namun setelah dicek pada Maret 2019, ternyata mobil tersebut belum diperbaiki oleh pihak asuransi Jasindo, alias masih dalam keadaan rusak.

Bersamaan dengan hal itu, kata Amer Udiata, datanglah pihak diler meminta PT. Akam sebagai pemegang polish untuk menanggung biaya perbaikan karena asuransi Jasindo belum mempunyai biaya untuk perbaikan mobil itu.

“Pada saat beli mobil itu, kami mengimput asuransi, karena kecelakaan itu, lalu kami perintahkan orang peralatan kami untuk mengklaim asuransinya di Jasindo, karena asuransi yang mengkafer itu adalah Jasindo,” ujar Direktur PT Akam, Amerthina Udiata.

“Sampai dengan bulan maret, kalau tidak salah, kok mobil itu tidak dikerjakan. Malah orang Bosowa datang ke kami, bilang bahwa asuransi Jasindo belum ada uang, kalau gitu kalian yang tanggung dulu. Saya gak mau dong,” lanjutnya dengan tegas.

Dikatakan, setelah dikomplen terkait persoalan itu, dan dilaporkan ke Polisi, barulah pihak asuransi Jasindo mulai melakukan perbaikan terhadap mobil tersebut. Namun menurutnya, sampai akhir bulan April 2019 kemarin, pihak Jasindo mengaku, kalau mobilnya tinggal finising.

“Sampai bulan April kemarin, saya cek kembali, mereka bilang katanya, ibu tinggal finising saja. Saya bilang kalau begitu, saya kasi kesempatan sampai akhir bulan Mei, mobil sudah harus jadi, sampai kalau belum jadi berarti biaya sewa mobil ke luar Sorong dibebankan ke Jasindo, itu sudah saya bilang di depan polisi, bahkan saya sudah telpon pimpinannya juga,” jelasnya.

Hal itu dilakukan, lantaran rasa kecewanya terhadap sikap tidak profesional dari Jasindo sebagai asuransi yang mengkafer klaim nasabah, akibat menelantarkan mobilnya selama kurang lebih 6 bulan.

“Saya merasa sangat kecewa karena sudah 6 bulan berjalan tidak ada kepastian dan kejelasan pertanggungjawaban dari pihak Jasindo, benar-benar asuransi ini sangat tidak profesional, kalau kami tidak cek terus, mobil itu mereka kasi biar begitu, padahal kami sudah jalankan kami punya kewajiban, asuransi sudah ambil uang, lalu mana kewajiban asuuransi untuk perbaiki mobil, kami juga tuntut kami punya hak dong,” ungkap Udiata.

PERJANJIAN BEBAN SEWA MOBIL

Akibat dari penanganan klaim asuransi yang diajukan pihak pemengang polish, dalam hal ini PT. Akam, terhadap asuransi Jasindo, salah satu asuransi yang menangani kerusakan mobil milik PT. Akam akibat kecelakaan pada Desember 2018 lalu.

Surat penjaminan asuransi kenderaan bermotor dari PT Asuransi Jasindo kepada PT. Akam sebagai nasabah. Foto istimewa.

Namun, hingga Juli 2019 ini belum juga selesai dikerjakan, maka pihak PT. Akam, melalui Direkturnya Amerthina Udiata, menyampaikan perjanjian beban sewa mobil dihadapan polisi dan pihak Jasindo, bahwa apabila pihaknya menyewa mobil guna kebutuhan pekerjaan, maka akan dibebankan biayanya kepada pihak Jasindo.

“Anak-anak (karyawan) ada minta biaya sewa mobil ke Werur. Jadi saya bilang bawa ini ke Jasindo, bilang mereka talangi biaya sewanya, karena sudah ada perjanjian kalau mereka lewat dari waktu yang diberikan untuk selesaikan kita punya mobil, maka mereka yang tanggung biayanya,” jelas Amer.

“Bagaimana saya tidak marah, setelah anak-anak minta biaya sewa mobil, terus mereka dari Jasindo kirim surat yang menyatakan bahwa permintaan biaya itu diluar dari perjanjian. Lalu truss, selama ini perjanjian antara Jasindo dengan kami sebagai nasabah yang klaim asuransi itu, sudah 6 bulan ini kami punya mobil tidak jadi-jadi. Lalu kira-kira salah kami dimana, ketika kami minta pertanggungjawaban dari Jasindo,” tegasnya.

“Kami minta kepada pihak Jasindo, agar secepatnya menyelesaikan perbaikan mobil kami yang sudah diklaim asuransinya sejak Desember 2018 lalu. Kami sudah melaksanakan kewajiban kami membayar angsuran. Jangan cuman mau ambil orang punya uang saja, trus pada saat diklaim begini kok ini tidak ada tanggungjawabnya, ini sudah setengah tahun loh ini,” ungkapnya.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak asuransi Jasindo belum berhasil dikonfirmasi. Namun media ini berusaha mendatangi kantornya, tetapi sudah keburu tutup.

Anda mungkin juga berminat