Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Penyelenggara Anggap Pemilu “Lelucon”, Angka Partisipan Turun Karena Ulah KPU Maluku

0 88

Ambon, TN – Kacau balaunya proses Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, baik Pemilu Presiden (Pilpres) maupun Pemilu Legislatif (Pileg) seperti yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), lantaran penyelenggaran baik KPU dan Bawaslu menganggap bahwa mungkin pemilu hanyalah sebuah “lelucon” semata.

Hingga Kamis (18/4) pukul 15.00 WIT, warga di 20 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terbagi, 17 TPS di Kota Saumlaki, dan 3 TPS di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar belum juga mencoblos.

Fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Dharma Oratmangun mengaku, akibat ulah KPU Provinsi Maluku, angka partisipan masyarakat KKT di Pemilu 2019 ini menurun drastis, hingga mencapai 50 persen.

“Penurunan ini terjadi di dua kecamatan yaitu Tanimbar Selatan dan Saumlaki. Kertas suara sisa itu saja tersisa 40-50 persen dari DPT itu. Karena masyarakat sudah panik dan jenuh menunggu selama 5-7 jam, akhirnya merekpemilu. ga, red) pulang,” kata Oratmangun saat menghubungi Teropongnews.com, Kamis (18/4).

Lucunya, kata dia, kendati masyarakat sudah menunggu sangat lama, namun tidak ada penjelasan resmi dari penyelenggara pemilu.

Dia menegaskan, ini merupakan pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia, dan jangan jadikan Pemilu ini sebagai lelucon.

“Dugaan saya, ini ada permainan dari penyelenggara pemilu. kita akan lakukan investigasi. Jangan main-main dengan persoalan ini. Jika sampai sekarang belum ada proses pencoblosan, maka patut kita pertanyakan. Ada apa ini?,” tanya Oratmangun.

Menurut dia, ini sangat kelihatan sekali, jika KPU Provinsi Maluku tidak profesional dalam melakukan tugasnya. “Jangan ngomong doang, tetapi pelaksanaannya nihil di lapangan,” tandas Oratmangun.

Anda mungkin juga berminat