Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kunker, Micahel Wattimena Sosialisasikan Empat Pilar Untuk Nelayan Raja Ampat

1 87

Raja Ampat, TN – Anggota MPR, Dr.Michael Wattimena, SE, MM, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, melaksanakan kunjungan kerja ke DAPIL Papua Barat, di Kabupaten Raja Ampat, pada tanggal 3 Juni 2018.

Dalam rangkaian kunjungan kerja ini dilaksanakan Acara Sosialisasi DAPIL MPR tentang 4 PILAR Kebangsaan Indonesia, kepada masyarakat, dari berbagai komunitas nelayan di Waisai, Raja Amapat.

Acara yang dihadiri oleh kelompok nelayan dan masyarakat disekitarnya, maupun konstituen Dr Michael Wattimena ini, dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat, dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr.Michael Watimenna,SE,MM, yang didampingi oleh Tenaga Ahli Anggota – Izaac Litaay dan Femri Tuwanakotta.

Dalam pemaparannya, Wattimena yang akrab disapa Bung Michael Wattimena – BMW, menyoroti pentingnya pemahaman yang utuh bahwa Pancasila adalah Dasar dan Falsafah negara, sebagaiama diamanatkan dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Selanjutnya pembicara juga menyinggung dan mengingatkan tentang amandeman UUD yang telah dilakukan sebanyak 4 kali pada sidang Umum MPR yakni tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002.

Perubahan ini memberikan implikasi yang cukup fundamental pada struktur kenegaraan Indonesia, dimana dulunya lembaga tertinggi negara – MPR, yang keanggotaannya terdiri dari Anggota DPR dan Anggota DPD, kini ditempatkan menjadi lembaga tinggi negara, setara dengan Presiden dan DPR.

Di sisi lain dengan dilakukannya empat kali amandemen UUD, yang notabene merupakan salah satu tuntutan reformasi pada waktu, maka peran dan partisipasi daerah semakin dituntut dalam pembangunan nasional.

Bahwa otonomi diberikan kepada pemerinah daerah untuk mengurus daerah masing-masing dengan tetap memperhatikan pendelegasian kewenangan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Pemaknaan pemerintah daerah ini semakin diperkaya dalam stuktur ketatanegaraan pasca amandemen, yakni dengan ditempatkannya Kepala Daerah (Bupati/Walikota/Gubernur) sejajar dengan DPRD sebagai satu kesatuan pemerintahan di daerah.

Karena itu maka perlu adanya sinergisme horizontal di daerah antara DPRD dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini terutama untuk konteks Kabupaten Raja Ampat, yang memiliki keunggulan komparatif di sektor pariwisata bahari maupun perikanan.

Hal ini juga dibenarkan dan dikuatkan oleh Kadis Perikanan, yang hadir mawakili Bupati Raja Ampat, mendampingi Anggota MPR RI, Michael Wattimena.

Setelah penyampaian materi oleh Michael Wattimena, maka masyarakat yang hadir diberikan kesempatan utuk merespon dengan menyampaikan pertanyaan maupun aspirasi mereka.

Beberapa poin respon dari masyarakat sangat dinamis. Diantaranya masyarakat menyoroti kegiatan Nelayan Waisai dan sekitarnya. Bahwa Raja Ampat merupakan salah satu destinasi wisata bahari, bahkan merupakan tiga besar destinasi di wilayah Indonesia Bagian Timur, selain Wakatobi dan Morotai, sejatinya sudah harus berkembang dengan ditopang oleh keunggulan produk lokal atau wilayah yakni Perikanan.

Wattimena selanjutnya merespon dan menjawab secara tematik sejumlah pertanyaan dari masyarakat, yang dengan penuh antusias mengikuti kalimat per kalimat uraian jawaban nara sumber.

Sesekali diselingi dengan canda dan ilustrasi yang menarik dan sangat mengena kapada hati masyarakat. Bahkan Wattimena, yang akrab disapa BMW – Bung Michael Wattimena, juga memberikan kuiss tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Wattiemena juga mengingatkan bahwa saat ini perhatian pemerintah pusat cukup besar untuk mengembangkan perikanan tangkap, khususnya di daerah kepulauan, diantaranya untuk tahun 2018 memberikan bantuan benih ikan maupun peralatan tangkap (API) ramah lingkungan.

Semoga bantuan ini bisa dikelola dengan baik dan menjadi model bagi daerah-daerah atau sentra perikanan lainnya di Indonesia.
Setelah acara sosialisasi dan foto bersama dengan peserta sosialisasi.