Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Warganya Meninggal Karena DBD, Bupati Malteng Ngaku Belum Terima Laporan

0 26

Ambon, TN – Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua mengaku, sejauh ini dirinya belum mendapatkan laporan, terkait adanya jumlah warga di Kabupaten Maluku Tengah yang terserang penyakit Deman Berdarah Denggue (DBD).

Bupati Malteng sempat kaget setelah menerima informasi, bahwa salah satu warganya meninggal dunia di rumah sakit, karena menderita DBD.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, tercatat ada empat warga yang terserang DBD, dari jumlah itu seorang warga asal Kecamatan Saparua meninggal dunia, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Latumeten.

“Oh, orang Saparua? Saya belum dapat informasi soal itu, tetapi nanti saya akan tanyakan ke kepala dinas kesehatan,” kata Tuasikal saat dihubungi Teropongnews.com dari Ambon, Selasa (5/2).

Menurut Bupati, selama ini kasus DBD di Kabupaten Maluku Tengah tidak muncul di permukaan. Meski demikian, upaya untuk mengantisipasi penularan penyakit tersebut terus dilakukan pemerintah daerah setempat.

“Kalau kasus DBD di Kabupaten Maluku Tengah tidak muncul dipermukaan, namun demikian saya sudah perintahkan dinas kesehatan untuk mengantisipasi segala sesuatu yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Dia mengaku, intruksi yang diberikan ke Dinas Kesehatan untuk segera ditindaklanjuti itu berupa sosialisasi ke masyarakat hingga pemberian bubuk abate, dan kegiatan fogging di permukiman-permukiman penduduk.

“Dalam setiap apel dengan ASN saya juga meminta kepada mereka untuk menjadi agen dan melaporkan jika ditemukan kasus DBD di masyarakat, termasuk juga busung lapar dan sebagainya, agar cepat dilakukan penanganan,” ungkapnya.

Tuasikal menambahkan, untuk mengatasi berbagai penyebaran penyakit di masyarakat termasuk juga DBD, pihaknya terus gencar melakukan aksi bersih-bersih lingkungan termasuk juga pembersihan sungai-sungai yang ada di wilayah itu.

“Sungai-sungai kami bersihkan, berbagai jenis sampah kami bersihkan. Itu untuk mencegah penebaran penyakit di masyarakat. Kami tahu tempat yang kotor itu sangat berisiko nyamuk berkembang biak dan menebar penyakit,” tandas Bupati.(*)

Anda mungkin juga berminat