Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pancasila Dihina, Indonesia Stop Kerjasama Militer Dengan Australia

0 0

Jakarta – Indonesia sementara menghentikan kerjasama militer dengan negara tetangga Australia setelah terdapat bahan ajar di sekolah Angkatan Darat Australia di Perth yang melecehkan lambang Pancasila dengan sebutan five crazies (pancagila).

Merespon temuan itu, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengatakan penghentian sementara ini merupakan sikap tegas yang harus diambil karena sudah menyangkut harga diri Indonesia sebagai sebuah bangsa. Ia pun membenarkan soal adanya plesetan Pancasila menjadi pancagila.

“Insiden bermula ketika instruktur bahasa Indonesia yang berasal dari Kopassus merasa ada unsur materi pelajaran yang menghina Indonesia saat mengajar bahasa Indonesia di pangkalan militer di Perth,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/1) kemarin.

Tak cuma menghina Pancasila, oknum militer Australia juga disebut melakukan provokasi dengan menyinggung persoalan Papua dan PKI beberapa puluh tahun lalu. Hal itu menurut Ryamizard sebagai sebuah masalah serius dalam kerjasama militer yang sudah dibangun kedua negara.

Sementara itu Menteri Pertahanan Australia Marise Payne cukup menyesali adanya temuan soal penghinaan kepada lambang negara Indonesia. Ia berjanji segera menyelesaikan masalah ini agar kerjasama kedua negara dapat kembali berjalan.

Namun soal Papua, Payne mengatakan hal itu hanya coba dibesar-besarkan. “Isu soal Papua hanya dibesarkan oleh Menteri Pertahanan Indonesia,” ujarnya dikutip Kantor Berita Associated Press.

Presiden Jokowi sendiri mengatakan masalah Pancasila yang dilecehkan memang harus diselesaikan sebagai syarat kembali melanjutkan kerjasama militer. Kendati begitu Presiden memastikan hal ini tidak akan mengganggu hubungan bilateral kedua negara yang tetap berjalan normal.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: