Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Soal Pungutan 5 Juta, Kadisdikpora Tambrauw Sebut Untuk Dana Tak Terduga

0 127

Sausapor, TN – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tambrauw, Agustinus Lewarissa mengakui adanya pengumpulan dana dari sejumlah Guru yang mengikuti program studi S1 di Universitas Negeri Manado (UNIMA) masing-masing sebesar lima juta rupiah.

Ia menjelaskan bahwa dana yang dikumpulkan dari masing-masing Guru itu disiapkan untuk hal-hal tidak terduga diluar dari pembiayaan yang sudah dianggarkan oleh pihak Dinas.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya oleh Teropong News, Lewarissa menjelaskan bahwa pihak dinas memang sudah menyiapkan anggaran untuk membiayai akomodasi setiap guru yang ikut melaksanakan program studi S1 di UNIMA. Namun karena adanya pembiayaan lain, maka dari itu setiap guru dipungut sebesar lima juta rupiah.

“Pada saat itu mahasiswa harus buat segala macam dulu baru bisa ujian dua kali lagi, kalau tidak nanti mereka tidak lulus. Nah pada saat itu dosen mau mengerjakan mereka (mahasiswa) punya tugas tanpa mahasiswa harus sibuk, tapi harus bayar tersendiri lagi,” ujar Lewarissa belum lama ini.

Diakuinya pula bahwa mahasiswa guru yang mengikuti kuliah di UNAMIN tersebut bukanlah seperti mahasiswa pada umumnya, melainkan tenaga yang kemampuannya sudah tidak lagi mampu mengikuti perkuliahan.

Sehingga alasan itu membuat pihaknya mengeluarkan biaya lain agar dapat membantu kelulusan dari mahasiswa guru dari Tambrauw. Padahal jika diperhatikan kembali, seharusnya pihak dinas dapat memberikan kesempatan program studi itu kepada tenaga pengajar yang lebih muda dan lebih produktif untuk meningkatkan kualitas pendidikan guru di Tambrauw.

“Nah seperti contoh kalau kita lagi kuliah, harus fotokopi tugas dan lain-lain akhirnya ada dosen yang mau bantu. Otomatis harus sogok dosen lagi baru mau dikerjakan, kalau tidak nanti kuliahnya dipersulit” ungkap Lewarissa.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya oleh Teropong News, bahwa Disdikpora Tambrauw melalui dana otsus melaksanakan program studi S1 yang bekerjasama dengan UNIMA untuk para guru-guru sebanyak 38 orang. Sejumlah guru harus memberikan uang sebesar lima juta rupiah kepada pihak disdikpora yang diketahui akan disalurkan kepada dosen di UNIMA untuk meluluskan mahasiswa tanpa harus mengikuti proses kuliah yang seharusnya.

Di tahun 2018 saat ini anggaran yang disiapkan untuk melanjutkan program yang sudah berjalan sejak tahun 2016 tersebut ada sebesar Rp600 juta, walaupun hingga saat ini sejumlah guru mengaku belum ada yang pergi ke Manado untuk melanjutkan tahap kuliahnya.