Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sejumlah Nama Pemilih Kota Sorong Hilang Dari DPT, Ini Salah Siapa..?

0 166

Manokwari,TN- Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai dari Kabupaten hingga pusat telah menetapkan daftar pemilih tetap hasil perbaikan 2 (DPT-HP2) yang akan mengikuti pemilu 2019 di Jakarta pada Desember 2018.

Namun, ironisnya sejumlah pemilih Kota yang namanya sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) ketika pihak penyelenggara melakukan pencermatan dan perbaikan ternyata pada DPT HP 2 nama mereka sudah tak ditemukan.

Hal ini seperti terjadi di RT 04/ RW 02 Kelurahan Klasur, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong sekitar 37 pemilih yang sudah terdaftar di TPS O7 kelurahan setempat hilang tanpa jejak padahal mereka ini adalah warga disitu.

Yang anehnya, salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Sorong dari Partai NasDem, Pardi juga namanya dicoret dari DPT.

“Kan saya ini Caleg kalau saya punya nama tidak ada di DPT maka otomatis saya tidak lolos jadi Caleg karena itu persyaratan saya untuk daftar ke KPU,” tutur Pardi kepada media ini melalui telpon celuler, Kamis (31/1).

Lebih lanjut Pardi menjelaskan, RT setempat mendatangi kediamannya untuk meminta KTP dia bersama istrinya supaya dimasukan dalam daftar pemilih khusus.

“Akhirnya Saya cek ke kantor lurah, Sekertaris lurah bilang setelah direvisi mereka terima nama yang ada itu turun dari KPU, selanjutnya KPU mempersalahkan kelurahan, begitu juga sebaliknya kelurahan persalahkan KPU, sebenarnya permainan siapa,,?” tegas Pardi dengan nada Tanya.

Yang jadi pertanyataan kata Pardi, DPT TPS 07 Kelurahan Klasur banyak nama baru di tempat tersebut yang tidak berdomisili disitu.

Sementara Ketua DPD Partai NasDem Kota Sorong, Ranley H.L. Mansawan,S.E meminta kepada Bawaslu Kota Sorong untuk segera menindaklanjuti temuan ini, karena akan merugikan pihak lain.

“Bawaslu sebagai pengawas pemilu di wilayah Kota Sorong untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini, karena akan merugikan pihak lain” papar Ranley Mansawan.