Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Satgas Pangan Maluku Lakukan Operasi Pasar

0 12

Ambon, TN – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Terpadu Provinsi Maluku, menggelar Operasi Pasar menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Pelepasan resmi dilakukan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Maluku, Kombes Pol. Firman Nainggolan, melalui Launching Operasi Pasar yang berlangsung di Lapangan Polda Maluku Letkol CHR Tahapary, Kota Ambon, Jumat (7/12).

“Operasi Pasar bertujuan untuk memantau distribusi cadangan beras pemerintah dan bahan pangan utama lainnya seperti gula, tepung terigu, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih di seluruh wilayah Provinsi Maluku,” ujar Dirkrimsus Polda Maluku Kombes Pol. Firman Nainggolan.

Kerja Satgas untuk memantau pasar tradisional, moderen, dan sejumlah pertokoan yang bermitra dengan Bulog.
“Pelepasan Satgas Pangan ini dilakukan untuk mengawasi dan mengontrol keadaan pasar,” imbuhnya.

Tim Satgas Pangan Terpadu akan melakukan pemantauan di seluruh wilayah yang berada di Provinsi berjuluk Seribu Pulau ini.

“Strateginya masih seperti lebaran kemarin. Kita akan turun ke pasar melakukan pemantauan dan pengawasan bahan kebutuhan pokok,” ungkapnya.

Terkait sejumlah wilayah yang dianggap bermasalah di sejumlah daerah, Firman mengaku telah membentuk tim khusus.
“Khusus untuk pengawasan ke luar, kami juga sudah bentuk tim sendiri. Nanti berkoordinasi apabila ada kendala dalam pengawasan,” katanya.

Kontrol dan pengawasan dilakukan agar tidak terjadi penimbunan bahan pangan atau adanya peningkatan harga baik di distributor, maupun konsumen.

Sebagaimana arahan dari Satgas Pangan Pusat, masing-masing stake holder diminta aktif berkoordinasi dengan kementrian terkait lainnya mengenai adanya pertentangan harga pasar.

“Rekan-rekan harus mengacu pada peraturan menteri perdagangan nomor 58 tahun 2018 tentang penentuan harga acuan, pembelian di petani dan acuan penjualan di konsumen,” pintanya.

Peraturan tersebut, tambah Nainggolan, berlaku di seluruh Indonesia, baik pasar moderen atau pasar tradisional.
“Khusus untuk harga eceran beras tertinggi masih menggunakan peraturan yang lama. Yaitu peraturan menteri perdagangan nomor 57 tahun 2017,” tandasnya.(*)