Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ratusan Warga Aru Tak Tahu Nama Capres, KPU Gelar Sosialisasi

0 24

Ambon, TN – Ratusan warga di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku hingga kini tidak mengetahui nama calon presiden, maupun tanggal pencoblosan untuk Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

Akibatnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Aru harus melakukan sosialisasi, terkait tanggal pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 pada 17 April mendatang.
Ada 183 warga yang belum tahu tanggal pencoblosan serta nama capres-cawapres yang ikut Pilpres 2019.

“Tanggal pemilihan (17 April) saja tidak tahu, beta (saya) kan tanya, bapak-ibu tahu kapan tanggal pencoblosan? Satu (saling) lihat satu (tidak menjawab), terus saya jelaskan (soal tanggal pemilu). Kemudian saya tanya lagi, berapa calon presiden?, satu lihat satu (tidak menjawab) lalu saya jelaskan lagi (nama-nama capres-cawapres),” ujar Komisioner KPU Kepulauan Aru, Yosep S Labok saat dihubungi Teropongnews.com, dari Ambon, Senin (11/2).

Daerah yang didatangi KPU Kepulauan Aru untuk sosialisasi Pemilu 2019 adalah Desa Waifual, Kecamatan Sir-Sir, Kabupaten Kepulauan Aru. Tidak tersedianya sarana dan prasarana listrik memang masih sangat terbatas di desa tersebut. Akibatnya warga minim mendapatkan informasi.

KPU Kepulauan Aru sebelumnya memang sempat mendatangi sejumlah desa yang dinilai menjadi prioritas untuk dilakukan sosialisasi Pileg dan Pilpres 2019. Petugas KPU pun harus mendatangi sejumlah desa di Kepulauan Aru pada waktu pagi, karena tersebut terkadang pergi ke hutan di atas pukul 07.00 WIT.

“Kalau mereka punya DPT 183 suara. Sebelum pergi kita cari beberapa desa yang tidak tahu perkembangan tentang pemilu lalu desa itu menjadi sampel. Dan kalau pergi jangan siang, kalau siang nanti tidak ketemu, mereka sudah ke hutan untuk berkebun. Jadi pagi-pagi kami pergi,” kata Josep.

Menurut dia, untuk menuju Desa Waifual, petugas harus menggunakan speedboat. Namun, jika dalam perjalanan menuju Desa Waifual kondisi air laut surut, maka kapal harus berhenti di laut selama kurang lebih 3 jam, dan menunggu air laut pasang kembali.

“Berangkat dengan speed, berangkat pukul 07.00 WIT pagi karena kandas air laut (surut). Jam 12.00 WIT sampai, kandas 3 jam di laut. Dan desa tersebut tidak ada listrik, sinyal juga tidak ada, di Aru kan termasuk desa terisolir Desa Waifual itu di utara, dekat Papua,” tandas dia.(*)

Anda mungkin juga berminat